"Ini bakso langganan gue, Bakso Mang Jojo," ujar Hyunjin yang sudah duduk di salah satu kursi.
Sandra memasang wajah mengesalkannya. "Gue tahu, waktu itu lihat kalian berdua makan bakso di sini!" serunya yang sangat yakin.
Hyunjin terkekeh. "Oh, yang waktu itu teriak manggil Nada ya?"
"IYA! Gue syok banget tahu wkatu itu, eh sekarang bisa akrab juga sama Hyunjin hahaha. Asal lo tahu nih, Jin, dulu gue ngefans sama lo." Sandra terbahak.
"Terus sekarang enggak?" tanya Hyunjin di sana.
Sandra terlihat berpikir. "Gimana ya, kalau lo udah temenan sama orang yang lo idolain pasti rasanya beda, udah nggak ada feel hebohnya gitu lho, ya kan?"
Kini Nada yang terbahak, lantaran melihat wajah kecewa Hyunjin yang kehilangan satu penggemar.
"Sorry brother!" Sandra berseru dengan wajah jahilnya.
"Nih, satu tanpa daun bawang, dua paket komplit," ujar Mang Jojo mengantarkan tiga mangkuk bakso di sana. "Minumnya es teh semua, ya?"
"Yoi, Mang," jawab Hyunjin yang memang sudah akrab dengan penjual bakso di pinggir jalan itu.
"ASTAGA! INI ENAK BANGET SUMPAH! KENAPA GUE BARU NEMUIN BAKSO SEENAK INI!" Sandra memekik setelah menyuapkan bola-bola bakso lengkap dengan kuahnya. "MONANGIS!"
Hyunjin meringis melihat Sandra. "Dia emang biasanya lebay gini, ya?" tanyanya pada Nada dengan wajah heran yang tidak bisa dia sembunyikan.
Lantas Nada tertawa di sana. "Biasanya lebih lebay sih," ujarnya yang sangat terbiasa dengan kelakuan Sandra.
"Nggak suka daun bawang?" tanya Nada tiba-tiba pada Hyunjin.
Hyunjin tersenyum, jarang-jarang seorang Nada terlebih dahulu melontarkan pertanyaan. "Enggak. Aneh banget rasanya kayak sabun," katanya sambil terlihat tidak nyaman jika membayangkan memakan daun bawang.
"Beneran kayak sabun rasanya," kata Hyunjin lagi dengan wajah seriusnya.
Kini Sandra ternganga mendengar Hyunjin mengatakan jika rasa daun bawang seperti sabun.
"Daun bawang enak banget tau!" seru Sandra tidak terima jika daun bawang dibilang rasa sabun. "Nada aja suka banget, ya kan Na?"
Nada mengangguk. "Suka parah!" seru Nada di sana karena memang dia begitu menyukai daun bawang.
"Nggak ngerti kenapa bisa kalian sesuka itu sama daun bawang." Hyunjin menggelengkan kepalanya.
"Nggak ngerti kenapa bisa ada orang yang ngomong rasa daun bawang kayak sabun," sahut Sandra yang tidak lupa ikut menggelengkan kepalanya. Lantar Nada terbahak melihat interaksi kedua temannya itu.
***
Jaehyun menatap cewek di depannya yang tengah memakan sebuah cokelat cake. "Enak?" tanyanya yang memang takjub dengan cewek itu karena makan dengan lahap.
"Banget!" jawab cewek itu lantas mengangguk dengan imut. Pasalnya cewek itu selalu terlihat cool, dan kali ini tentu saja membuat Jaehyun terkejut.
"Baru tahu gue, lo bisa gitu, Ndy," kata Jaehyun pada cewek itu yang ternyata adalah Findy.
Findy tersenyum di sana, entah malu dan senang bercampur aduk.
"Lo kayak Nada deh, keliatannya aja cool banget, tapi aslinya lucu juga nggak ada cool-coolnya sama sekali." Jaehyun lalu terbahak mengingat wajah Nada yang sok cool jika bertemu orang.
Findy berhenti mengunyah cakenya. Dia lalu minum milkshake miliknya dengan tatapan yang sangat berbeda dengan tadi. Wajahnya tiba-tiba memurung.
"Apalagi kalau dia kalau kesel sama gue diingat-ingat mukanya lucu banget deh." Jaehyun masih terbahak.
"Jae ...." Findy membuat Jaehyun yang terbahak itu menghentikan tawanya.
"Ya? Kenapa kenapa? Udah makannya?" tanyanya yang kebingungan melihat Findy yang tidak memakan cakenya lagi.
Findy menghela napas. "Boleh nggak, kalau kita ketemu, jangan ngomongin Nada terus?"
Jaehyun terdiam. Dirinya baru sadar, jika sedari tadi obrolannya dengan Findy didominasi dengan kisah Nada. "Oh iya lupa, gue keseringan main sama Nada sih. Sorry ya, Ndy."
Findy tersenyum di sana. "Nggak papa kok, gue paham. Gue juga gamau benci Nada kok, kan dia sahabat lo."
Jaehyun mengangguk. "Iya, asli Nada kocak banget orangnya lo harus akrab deh sama dia," katanya lagi yang membuat Findy kembali tersenyum namun senyumannya kali ini hambar.
"Pasti dong." Findy tetap berusaha menjawab Jaehyun walau hatinya sebenarnya sedang tidak baik-baik saja.
Sudah beberapa kali dia berdua saja dengan Jaehyun pasti ada saja nama Nada keluar dari mulut Jaehyun. Hal tersebut membuat Findy merasa sedikit tidak nyaman.
***
Hyunjin memetik gitarnya dengan merdu lalu dia menyanyikan sebuah lagu di halaman belakang rumah Nada. Setelah makan bakso tadi, mereka bertiga ke rumah Nada dan santai di taman belakang rumahnya. Bu Ning pun ikut menikmati nyanyian Hyunjin di sana.
Selama iniRibuan hariKudekat denganmuLewati berbagai hal, ku ada di sisimuTanpa kau tahu perasaanku padamuSendiri ku berharapMemberi kasih walau tak kembali
I maybe not yours and you're not mineBut i'll be there for you when you need meIt is only meBelieve me girl, it's only meYeah, it's only me
I will always be the one, who pull you upWhen everybody push you downAnd it's only meBelieve me girl, it's only meYeah it's only me
Sekali pun kau tak pernah pedulikan rasakuKu takkan acuhkan dirimuTapi kuharap suatu saat nanti kau tahuSendiri ku berharapMemberi kasih walau tak kembali
I maybe not yours and you're not mineBut i'll be there for you when you need meIt is only meBelieve me girl, it's only meYeah, it's only me
I will always be the one, who pull you upWhen everybody push you downAnd it's only meBelieve me girl, it's only meYeah it's only me
Aku memang bukanRasa yang kau mauNamun ku kan slalu adaUntukmu
I maybe not yours and you're not mineBut i'll be there for you when you need meIt is only meBelieve me girl, it's only meYeah, it's only me
I will always be the one, who pull you upWhen everybody push you downAnd it's only meBelieve me girl, it's only meYeah it's only meIt is only meIt is only meIt's only meYeah it's only meSandra bertepuk tangan dan langsung berdiri sendiri. "Keren banget! Gue kayak nonton konser idola gue argh!" serunya dengan mata berkaca-kaca.
Semua tertawa di sana sambil menikmati bakwan buatan Bu Ning yang super enak.
"Enak kan bakwannya? Dulu Bu Ning pernah jualan bakwan hehehe." Bu Ning terlihat sangat membanggakan diri saat masakan buatannya enak.
Nada terheran. "Perasaan semua makanan yang Bu Ning bikin pasti dibilang kalau Bu Ning dulu jualan itu," katanya yang membuat Bu Ning tertawa di sana.
"Iya ya? Kok bisa?" tanya Bu Ning yang membuat semuanya semakin bingung.
"Mana kami tau Bu!" Sandra menatap Bu Ning dengan tatapan lucunya. "Kok malah Ibu yang bingung sendiri, sih?" kata Sandra lagi yang berujung terbahak di sana.
Bu Ning lalu menggaruk kepalanya saat ketiga anak muda itu tertawa.
***