Mendengar namanya dipanggil, Amanda pun segera meninggalkan ember itu dan segera menghampiri Fanny. “Iya, Nek?” jawab Amanda sesaat setelah ia tiba di kamar Fanny. “Cepat ambilkan aku air! Aku ingin mandi!” titah Fanny. “Ta-tapi, Nek. Aku mau mandi lebih du-” “Tidak boleh!” potong Fanny. “Kau harus ambilkan aku air terlebih dahulu karena perjalanan dari Belanda menuju kemari membuatku tidak mandi selama beberapa hari. Kau seharusnya mengalah pada yang lebih tua!” “Ba-baik, Nek. Akan aku ambilkan airnya,” jawab Amanda. Amanda langsung keluar dari kamar dan mengambil air yang ada di sumur. Amanda harus berulang kali bolak balik kamar mandi dan sumur untuk mengambil air itu hingga akhirnya ember di kamar mandi penuh dengan air. Amanda menyeka keringat yang mengalir di pelipisnya. Napa

