Amanda tersenyum penuh kemenangan saat mendengar Harits sudah menungguku di dalam. Ia kemudian membukakan pintu untukku dan mempersilahkan aku untuk masuk. Aku masuk ke dalam dan menatap mereka berdua yang masih berdiri dengan penuh senyum. Aku menurut saja dan memberikan waktu untuk para hantu wanita itu. * * * * * * * * * Amanda duduk di kursi belakang Klinik bersama dengan Chacha. “Bagaimana kabar Bella, apa dia selalu baik-baik saja dengan pria itu?” tanya Amanda. Pria yang dimaksud oleh Amanda, tak lain dan tak bukan adalah Harits, pacar Bella. “Semenjak perginya Nenek Fanny dari dalam tubuh Bella, aku melihat Harits semakin mencintai manusia itu. Dia baik tapi juga jahat,” jawab Chacha. Amanda mengerutkan keningnya. “Jahat?” tanya Amanda. “Dia membenci hantu karena Bella s

