Aku akan mengajakmu kembali ke masa dimana aku pertama kali bertemu dengan Amanda. Saat itu...aku hanyalah seorang anak kecil yang ingin mempunyai teman. Bella ***** Aku kembali menguap. Rasanya hari ini benar-benar malas. Bahkan untuk membuka mata pun aku sangat bersusah payah. “Bella,” panggil Amanda. Aku masih tak bergeming. Mataku masih sulit terbuka. “Tunggu sebentar aku masih mengantuk, lima menit lagi ya,” ujarku seraya menunjukan kelima jariku. Aku kembali tertidur. Aku mengambil guling yang berada tepat di kananku dan segera aku peluk. Bermalas-malasan di minggu pagi memang sesuatu yang menyenangkan. Penglihatanku semakin menggelap, gelap dan terus menggelap. Hingga akhirnya aku tersadar bahwa aku terbangun di atas lantai yang dingin. Dengan cepat aku membuka mataku dan du

