Lihat Sendiri

2061 Words
Lalu tak lama Jun Cheol menyahuti ucapan pria itu dan tak lupa ia mengajukan pertanyaan yang membuat pria itu terdiam, karena pasti dirinya merasa dilema dan khawatir di waktu yang sama, suasana ruangan kantor Barra berubah menjadi semakin hening. "Anda tidak ingin saya melibatkan putri anda bukan? Jadi bekerja sama lah dengan baik atau anda ingin melihat sendiri hal yang anda khawatirkan?" ucap Jun Cheol serius. Merasa tak ada jawaban apapun akhirnya Jun Cheol melepaskan orang itu lalu Jun Cheol pergi dari tempatnya menahan orang itu, dirinya berjalan menuju jendela besar yang memperlihatkan ramainya aktifitas orang-orang di luar sana. Melihat hal ini membuat Gruger, Barra, Azka dan Ajeng mengerutkan dahinya bingung karena mereka berempat tak mengerti dengan apa yang sebenarnya Jun Cheol lakukan hingga suara Jun Cheol terdengar dan menjelaskan apa yang ia rasakan saat ini. "Kehilangan seseorang yang berarti untuk itu kita jelas bukanlah hal mudah, terlebih banyak hal yang terkadang kita hindari malah mengikat diri kita sendiri? Saya mengatakan tentang putrimu karena saya tak ingin membuat anda merasakan kehilangan seperti saya! Saya hanya bertugas mencari informasi dan menyerahkan pelaku untuk diadili pihak yang tepat tapi ketika anda tidak mau pun saya tidak bisa melakukan apapun," tutur Jun Cheol tenang. Pria yang bernama Gruger itu menundukkan kepalanya lesu lalu tak lama suaranya terdengar hingga membuat Jun Cheol mengalihkan pandangannya menatap pria itu mencari kebohongan dari apa yang ia katakan dan di mata itu Jun Cheol hanya melihat kesungguhan dan rasa sakit yang ia tahan dalam diam. "Tolong selamatkan putri saya, tolong jangan biarkan dia menjadi korban dalam hal seperti ini, dia hanya anak kecil dia tidak paham akan apa yang sebenarnya terjadi!" ucap Gruger sedih. Jun Cheol menghela nafasnya kasar lalu dirinya pun mempertanyakan apa yang terjadi padanya dan apa yang terjadi dengan pria yang ia lihat meninggal itu, mendengar pertanyaan Jun Cheol membuat Gruger terdiam sejenak lalu ia menjelaskan apa yang ia ketahui. "Apa yang sebenarnya terjadi pada anda? Memang putri anda kenapa? Dia dimana? Pria itu ada dimana? Pria yang saudaramu bagaimana keadaan keluarganya," tanya Jun Cheol serius. "Saya hanya bekerja dibawah perintah pak Barra selama ini dan tidak terlibat atau mengetahui apapun perihal kematian mendiang ayah pak Barra, putri saya ada dirumah kok tapi saya pernah dapat ancaman entah dari mana dan entah siapa yang menuliskannya tapi disana bilang putri saya tak akan pernah bisa selamat! Saya mohon selamatkan putri saya, saya tidak tau saudara saya ada dimana saya pun mencarinya tapi hasilnya saya belum bisa menemukannya! Dia tidak memiliki keluarga selain saya dan putri saya, istri saya pergi sudah sejak lama karena pekerjaan saya yang menurutnya berpendapatan sedikit dan saudara saya belum menikah bahkan ia tak memiliki anak," ucap Gruger menjelaskan. Suasana berubah haru dan Ajeng pun merasa iba dan menarik kemeja Jun Cheol seakan-akan matanya meminta Jun Cheol untuk membantunya, sedangkan Jun Cheol yang memahami apa yang Ajeng coba katakan padanya membuatnya Jun Cheol mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti lalu tak lama Jun Cheol menyahuti ucapan pria itu. "Anda yakin tidak terlibat sama sekali dengan Xin Qian? Lalu putri anda dirumah dengan siapa? Sendiriankah? Apakah ancaman yang tertulis itu masih anda simpan? Saya bisa saja membantu anda tapi saya membutuhkan informasi dari anda, di dunia ini tidak ada yang gratis? Anda tau apa itu take and give? Jika anda setuju, Barra akan memberikan nomer teleponnya untuk anda melaporkan apa yang kami perintahkan! Bagaimana?" sahut Jun Cheol serius. Pria itu terdiam untuk beberapa menit hingga tak lama ia menyetujui ucapan Jun Cheol, lalu tak lama ia pamit meninggalkan ruangan Barra dan pria itu mengangguk-anggukkannya kepalanya mengerti sebagai jawaban dari apa yang Jun Cheol katakan padanya. "Saya yakin pak ... dengan pengasuhnya pak! Saya tidak mungkin membiarkan putri saya diam di rumah sendirian, sudah saya bakar karena saya merasa begitu takut dan kalut saat itu! Apa tidak ada cara lain pak? Baiklah saya akan membantu anda mencari informasi yang anda mau!! Iya saya tau pak ... saya tidak punya pilihan lain jadi saya setuju pak! Kalau begitu saya permisi pak karena saya harus kembali bekerja kan," ucap Gruger dingin. "Pengasuh ya? Bakar? Ya mau bagaimana lagi, baguslah tolong bekerja dengan baik saya benci kesalahan karena kecerobohan! Anda mengerti maksud saya bukan?! Anda punya pilihan lain hanya saja anda terjebak dalam cara seperti ini, ya silahkan bekerjalah!" tutur Jun Cheol dingin. Setelah kepergian pria bernama Gruger itu membuat Jun Cheol mengingatkan Barra, Ajeng dan Azka untuk jangan mempercayainya karena Jun Cheol merasa ada yang tidak beres dengan orang itu dan mereka belum bisa mempercayainya. "Saran saya ... kalian jangan mempercayai apa yang ia katakan karena dari gestur dan apa yang dia katakan membuat saya merasa ada yang tidak beres dengan dirinya! Jadi tolong lebih baik kita berhati-hati dengannya," ujar Jun Cheol mengingatkan. Barra, Azka dan Ajeng sejenak mengangguk-anggukkan kepala mereka mengerti lalu tak lama saat Jun Cheol dan Ajeng ingin kembali ke cafe Ajeng, tiba-tiba Azka mempertanyakan hal yang membuat Barra dan Ajeng mengerutkan dahi mereka bingung. "Kenapa anda menyuruh memberikan nomer Barra malah bukan nomer anda sendiri Jun Cheol? Lalu kenapa anda menawarkan kerja sama jika tidak mempercayainya?" tanya Azka serius. Jun Cheol yang mendengar pertanyaan kritis dari Azka membuatnya tersenyum lembut lalu tak lama Jun Cheol menjelaskan apa yang sedang ia lakukan dan mengapa dirinya bersikap seperti ini sedangkan Azka, Barra dan Ajeng mendengarkan Jun Cheol dengan serius. "Nomer saya sudah diketahui oleh pria tua yang kita duga sebagai pelaku dalam kasus ini jadi saya juga tidak akan mempermudahkan Xin Qian untuk menghubungi saya, lalu kenapa saya menawarkan kerja sama dengannya sedangkan saya tidak mempercayainya? Mudah saja jika musuh menawarkan bawahannya pada kita lalu haruskah kita buangnya begitu saja? Bukankah musuh ingin kita memakan umpan yang mereka berikan! Untuk itulah kita buat seolah-olah kita menelan umpan yang mereka berikan lalu nanti kita kembalikan lagi apa yang mereka berikan pada kita saat ini, anda mengerti Azka?" ujar Jun Cheol serius. Azka yang mendengar penjelasan Jun Cheol membuat dirinya memahami apa yang sedang Jun Cheol lakukan untuk Barra, sedangkan Barra dan Ajeng masih belum mengerti dengan apa yang Jun Cheol katakan hingga membuat mereka berdua mempertanyakan ucapan Jun Cheol yang terdengar membingungkan untuk Ajeng dan Barra. "Lu ngomong apa sih sekop! Menawarkan bawahan? Umpan? Emangnya lu lagi mancing ikan di sungai apa gimana sih? Kok gue gak ngerti ya," sahut Ajeng bingung. "Sama Ajeng, gue juga gak paham? Maksudnya gimana sih Jun Cheol? Lu mau ngejebak musuh pake Gruger itu? Apa gimana woy, gak paham?!" tanya Barra bingung. Mendengar pertanyaan Barra dan Ajeng membuat Jun Cheol menepuk dahinya kesal, mengapa dua orang ini lama sekali memahami apa yang ia ucapkan barusan lalu dengan menahan rasa kesal yang ia rasakan tak lama Jun Cheol pun menjelaskan maksud dari apa yang ia katakan. "Saya menjelaskan apa yang seharusnya kita lakukan Ajeng, iya Gruger itu tidak hanya bekerja untuk Barra saja! Jika kalian perhatikan ucapannya tadi ia seakan menekankan bahwa dirinya tidak memiliki atasan lain padahal jika memang atasannya hanya Barra ia tidak perlu menekan dengan siapa ia bekerja, umpan maksud saya adalah Gruger karena Gruger tidak bisa menolak perintah atasannya yang lain membuat Gruger sengaja agar diumpankan ke kita supaya musuh mengetahui apa yang akan kita lakukan untuk kasus ini! Bukan umpan untuk memancing Ajeng, saya tidak bermaksud menjebaknya Barra! Kita hanya perlu mengikuti alur yang mereka coba buat sambil kita mengumpulkan bukti-bukti lain agar menyelesaikan kasus ini Barra! Apa kalian sudah paham sekarang?" tutur Jun Cheol menjelaskan. Barra mulai memahami sedikit demi sedikit ucapan yang dikatakan Jun Cheol sementara Ajeng masih belum mengerti apa yang sebenarnya Jun Cheol katakan hingga tak lama Ajeng kembali bertanya tentang apa yang masih belum ia pahami. "Terus Gruger kerja sama siapa? Xin Qian? Kenapa lu bisa nyimpulin gitu? Menekankan ucapan bagian mana emangnya? Kenapa lu bisa mikir kalo Gruger itu umpan sekop? Darimana liatnya? Emang keliatan? Suer dah gue gak ngerti sama apa yang lu omongin ini sekop! Lu ngomong apa sih sebenernya tuh?! Lebih detail lagi coba kalo ngejelasin," ujar Ajeng frustasi. Jun Cheol rasanya ingin berteriak saja saat mendengar pertanyaan Ajeng yang membuatnya juga ikut merasakan frustasi sama seperti Ajeng yang frustasi karena tak memahami apa yang Jun Cheol katakan sejak tadi tapi setelah mengumpulkan kesabaran yang lebih Jun Cheol mulai kembali menjelaskan apa yang belum Ajeng mengerti. "Bisa saya simpulkan seperti itu karena Insting saya dan sorot mata orang itu membuat saya yakin kalo dia tidak bekerja hanya sama Barra aja terus tadi dia sempet bilang kalo 'Saya hanya bekerja' harusnya kalo dia gak kerja selain sama Barra dia cukup bilang dia kerja sama Barra gak perlu ada penekanan kata 'hanya' disana dan kenapa saya bilang dia kerja sama Xin Qian karena pas saya bilang saudaranya dibunuh sama Xin Qian dia gak keliatan kaget sama sekali bahkan mukanya keliatan biasa aja kayak dia emang udah tau dan dia gak bisa berbuat apapun! Terus dia menceritakan hal yang menyedihkan supaya kita kepancing buat kita nolong dia dan percaya sama apa yang dia omongin tadi walaupun bisa aja omongannya benar tapi bodyguard tidak berpenghasilan sedikit bukan? Dia umpan karena dia menjual rasa kasihannya agar kita termakan ucapannya yang sengaja ditugaskan padanya! Keliatan Ajeng dari cara ngomongnya dan kalo kalian liat, tadi dia sempet mainin tangannya gugup! Yaudah kalo anda gak ngerti juga nanti anda lihat sendiri aja apa yang saya omongin itu bener atau gak? Atau mungkin anda pikir saya keliru? Ajeng paham sampe sini?" tutur Jun Cheol serius. Ajeng yang berusaha memahami ucapan Jun Cheol membuatnya menghela nafasnya sejenak lalu tak lama Ajeng menjawab ucapan Jun Cheol dengan nada ragu sementara Jun Cheol hanya mengusap-usap kepala Ajeng lembut menenangkannya. "Hm ... oke gue ngerti, sedikit tapi? Eh lumayan deh," ucap Ajeng ragu. Barra yang melihat Ajeng dan Jun Cheol yang terlihat seperti pasangan yang saling menemukan membuatnya meledek mereka berdua sedangkan Jun Cheol menaikkan alisnya bingung dan tak lama Ajeng memarahi pikiran ngawur Barra yang membuat pipinya merona. "Duh orang kasmaran keliatannya mesra mulu, heran dah gue!" ledek Barra senang. "Apaan sih Bar!! Belom pernah gue slepet ya mulut lu!" omel Ajeng malu-malu. Mendengar ucapan Ajeng justru membuat Barra terkekeh geli sementara Jun Cheol mengajak Ajeng kembali ke cafenya karena Jun Cheol mengkhawatirkan Jin Young yang ada di cafe Ajeng, Ajeng yang paham dengan kekhawatiran Jun Cheol membuatnya mengiyakan ucapan Jun Cheol yang memang ada benarnya daripada meladeni temannya yang tidak waras ini. "Ahahahahahahahahahahahahaha!" tawa Barra senang. "Ajeng! Anda dan saya sudah terlalu cukup lama meninggalkan Jin Young di cafe anda sendirian ya walaupun ada bodyguard Barra tapi Jin Young pasti merasa kesepian karena ia tak mengenal satu orangpun yang ada disana! Jadi lebih baik anda dan saya segera pergi sekarang, saya pergi dulu ya Barra, Azka! Kalo butuh bantuan atau ada info kabari saja," ujar Jun Cheol serius. "Bener juga ya sekop! Yaudah buru dah balik, kasihan Jin Young disana planga-plongo gak jelas mau ngapain oh iya Bar! Gue cabut dulu ya! Kalo gue telpon angkat lu! Awas aja gak di angkat gue apaan lu entar," sahut Ajeng serius. Barra yang mendengar ucapan Ajeng dan Jun Cheol membuatnya menjawabnya dengan santai disertai candaan dan gelak tawanya yang tak bisa ia tahan, sedangkan Jun Cheol dan Ajeng memilih bergegas kembali ke cafe Ajeng sebelum hal yang tak mereka inginkan terjadi. "Oke Jun Cheol, gue pasti kabarin lu kok apalagi princess lu neduh di kandang buaya ahahaha!! Lu ngapain nelpon gue dodol udah punya pacar detektif jangan gangguin gue dong Ajeng! Dih ngancem lagi nih anak! Oke, oke gue angkat bawel lu ah," sahut Barra senang. Setelah pergi dari kantor Barra tak lama Jun Cheol dan Ajeng memilih menyibukkan diri mereka dengan pikiran masing-masing, lalu tak lama Ajeng kembali mempertanyakan perihal maksud ucapan Jun Cheol yang terdengar membingungkan untuk Ajeng. "Sekop!! Maksud lu lihat sendiri tadi, itu apa maksudnya?" tanya Ajeng bingung. Sementara Jun Cheol yang merasa ditanya membuatnya mengerutkan dahinya bingung lalu tak lama Jun Cheol menjawab pertanyaan Ajeng dengan bahasa yang mudah Ajeng pahami karena dirinya lelah jika harus menerangkan hal yang berulang-ulang. "Itu tuh maksudnya pasti musuh bakal nyari hal yang bisa mereka usik dan nanti anda bakal liat sendiri apa yang saya omongin itu bener atau gak? Gitu Ajeng," ujar Jun Cheol datar. Mendengar ucapan Jun Cheol membuat Ajeng mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti lalu tanpa mereka berdua sadari ada yang menatap mereka lekat dan menyeringai dengan sangat mengerikan, menit telah berganti menit hingga akhirnya Jun Cheol dan Ajeng sampai juga di cafe Ajeng dengan perasaan lelah dan ingin istirahat sejenak. |Bersambung|
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD