Jin Young yang melihat kekompakan Ajeng dan Jun Cheol yang seperti ini semakin membuat dirinya tak bisa menghentikan tawanya lalu tak lama Ajeng dan Jun Cheol memarahi tingkah aneh Jin Young yang seperti ini, sedangkan Jin Young yang dimarahi hanya tersenyum seakan-akan dirinya tak bersalah apapun dengan tawa menyebalkannya.
"Anda yang abis kebentur ya Jin Young? Malah makin kenceng lagi suara ketawa anda! Anda sehat Jin Young? Jangan sampe saya ketok ya anda," tanya Jun Cheol mulai kesal.
"Tau nih! Nyebelin banget suara tawa lu Jin Young! Udahan dong! Lu ngetawain apa emangnya Jin Young? Jangan bilang ngetawain gue sama sekop," ujar Ajeng ikut kesal.
"Ahahaha sorry deh sorry, abis kalian lucu banget! Berdebat gitu kayak orang pacaran terus gak lama ketahuan ngechat cewek lain ya ampun Jun ... maaf saya gak bisa berhenti ketawa kalo inget kekompakan kalian ini!" ucap Jin Young senang.
Mendengar ucapan Jin Young yang semakin ngawur malah membuat Jun Cheol dan Ajeng memutar bola mata mereka kesamping saat melihat tingkah Jin Young yang tak ada obatnya, lalu tak lama orang-orang yang diperintahkan Barra akhirnya datang tapi Jun Cheol memastikan dulu siapa mereka dan ia pun berpesan pada mereka untuk bekerja sebaik mungkin.
"Kalian darimana? Ada tujuan apa datang ke cafe ini?" tanya Jun Cheol memastikan.
"Kami orang-orang kepercayaan pak Barra, dia bilang untuk menjaga cafe ini sampai pak Jun Cheol kembali lagi ke cafe ini! Memangnya ada apa?" tanya salah satu bodyguard Barra bingung.
"Bisa tunjukkan apa yang bisa membuat saya percaya dengan apa yang anda katakan? Tentu saya perlu memastikan orang yang akan melindungi teman terbaik saya!" ucap Jun Cheol datar.
"Tentu, saya bisa menghubungi pak Barra! Ah bapak ternyata pak Jun Cheol dan yang disana Jin Young yang akan bersama kami, tenang pak kami semua akan melindunginya sebaik mungkin dan sepenuh hati kami!" tutur salah satu bodyguard Barra serius.
"Baiklah hubungi Barra dan tolong bekerja sebaik mungkin! Karena jika sampai teman terbaik saya terluka atau cidera maka saya sendiri yang akan membuat luka dan cidera yang sama persis dengan yang diterima Jin Young jika kalian lalai!" ujar Jun Cheol tegas.
Salah satu bodyguard Barra mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti lalu ia menelpon Barra dengan pandangan gugup karena Jun Cheol menatapnya lekat hingga tak lama Barra menjawab panggilan salah satu bodyguardnya dengan pengeras suara yang dinyalakan bodyguard Barra.
"Pak Barra, orang yang bernama Jun Cheol meminta saya menelpon anda untuk memastikan apakah saya orang yang diperintahkan anda atau bukan," ucap salah satu bodyguard Barra.
"Jun Cheol benar! Selain tempatnya yang berharga karena ada teman saya disana ada juga yang lebih berharga dari tempat itu jadi lakukan pekerjaan kalian dengan benar!" ucap Barra serius.
"Baik pak, akan kami lakukan dengan benar!" ujar salah satu bodyguard Barra serius.
Tak lama panggilan telpon pun ditutup dan sebelum pergi Jun Cheol kembali mengingatkan bodyguard Barra untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, karena hati Jun Cheol masih saja mengkhawatirkan Jin Young sementara Jin Young yang mengerti dengan kekhawatiran Jun Cheol membuatnya menenangkan teman terbaiknya.
"Kalian ingat apa yang saya katakan bukan? Saya tidak akan main-main dengan ucapan saya jadi berhati-hatilah dengan sebaik mungkin," ucap Jun Cheol tegas.
"Tenanglah Jun! Saya yakin mereka orang yang sangat terlatih dan profesional dalam bidangnya bukan begitu pak? Sudah kalian harus cepat ke sana Barra menungu," sahut Jin Young lembut.
Sebelum Jun Cheol benar-benar meninggalkan cafe bersama Ajeng, sejenak Jun Cheol menatap Jin Young lekat dan ia mengatakan apa yang masih mengganggu pikiran karena sejujurnya Jun Cheol tau dirinya sedang dipermainkan untuk mengorbankan salah satunya dan dirinya tak akan sanggup untuk melepaskan Jin Young atau Ajeng hanya demi kesenangan orang lain.
"Kita gak tau apa yang bakal terjadi nanti tapi Young-ah, apapun yang terjadi anda harus tetap selamat! Jika keadaan anda tidak memungkinkan untuk melawan mereka, anda bisa hubungi saya, anda mengerti Young-ah?" ujar Jun Cheol serius.
Jin Young yang mendengar ucapan Jun Cheol membuatnya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti lalu dengan perasaan yang masih khawatir Jun mereka berdua berjalan menuju kantor Barra walaupun sebenarnya perasaan mereka masih saja bimbang.
Selama di perjalanan Ajeng melihat wajah Jun Cheol yang terlihat tak seperti biasanya hingga membuat Ajeng mencoba mengajak ngobrol Jun Cheol agar menghiburnya, sedangkan Jun Cheol yang merasa namanya di panggil membuat Jun Cheol menyahutinya dengan datar karena rasanya saat ini pikirannya sedang terbagi-bagi dan ia tak ingin mengatakan apapun saat ini.
"Sekop!! Suram gitu muka sekop, gimana kalo nanti gue ajarin masakan indonesia? Atau lu, gue sama Jin Young nanti nonton tv di cafe? Lu jangan diem aja sekop," ucap Ajeng khawatir.
"Hah? Apa? Oh kalo nanti ya nanti saja Ajeng, saat ini saya ingin tenang sebentar jadi bisakah anda diam sejenak?" ucap Jun Cheol datar.
Mendengar ucapan Jun Cheol yang seperti ini membuat Ajeng merasa kesal karena dirinya kan tidak berniat buruk, Ajeng hanya ingin memperbaiki mood Jun Cheol yang mungkin terasa kesal dengan apa yang terjadi padanya hari ini.
"Gue gak ganggu lu kok sekop, gue cuma pengen mood lu enakan lagi! Udah itu aja tapi kalo menurut lu apa yang gue lakuin salah oke gue diem," sahut Ajeng sebal.
Sejenak Jun Cheol menyadari jika ucapannya ternyata kurang tepat dan Jun Cheol pun hendak meminta maaf pada Ajeng tapi sayangnya mereka berdua telah sampai di kantor Barra hingga Ajeng berjalan mendahului Jun Cheol yang merasa bersalah atas apa yang ia katakan tadi.
Sesampainya di ruangan Barra, Jun Cheol langsung menatap orang yang menundukkan kepala nya takut sementara Barra mulai menyapanya dan mengobrol santai dengan Jun Cheol tapi Jun Cheol tak ada waktu untuk berbasa-basi seperti ini hingga ia menyahuti Barra dingin dan tak lama Jun Cheol segera memfokuskan dirinya dengan pria yang disebut Gruger itu.
"Lu udah dateng Jun Cheol, disana gimana Jun? Disana aman kan Ajeng?" tanya Barra bingung.
"Aman Barra, anda pria bernama Gruger? Kalo begitu saya mulai interogasinya ya Barra? Anda di tugaskan sebagai apa? Sudah berapa lama bekerja disini?" tanya Jun Cheol dingin.
Mendengar ucapan Jun Cheol membuat Barra menganggukkan kepalanya setuju lalu Pria yang ditanya itu reflek memainkan tangannya gugup tapi pria itu mencoba menjawab pertanyaan Jun Cheol setenang mungkin, sementara Jun Cheol menatapnya tajam karena entah mengapa Jun Cheol merasa pernah melihat wajah orang ini.
"Saya sebagai bodyguardnya pak Barra, saya yang bertanggung jawab untuk melaporkan setiap kejadian dan hal yang terjadi selama saya melakukan pekerjaan saya! Belum lama kurang lebih baru berjalan 5 tahun pak," ucap Gruger takut.
"Begitukah? Anda kan yang bertanggung jawab untuk melaporkan setiap kejadian dan hal yang terjadi selama anda bekerja, lalu bagaimana bisa Barra tidak mendapatkan laporan kejadian yang hampir merugikan bahkan membahayakan temannya?" tanya Jun Cheol serius.
Pria itu menundukkan kepalanya semakin dalam lalu tak lama pria itu menjatuhkan tubuhnya dan memohon dihadapan empat orang yang kini mengerutkan dahinya bingung, sedangkan Jun Cheol yang tak mengerti dengan apa yang dilakukan pria itu membuatnya mempertanyakan apa yang sedang ia lakukan saat ini.
"Apa yang anda lakukan? Saya bertanya bukan berarti saya meminta anda melalukan hal aneh ini? Apa yang sedang anda pikirkan?" tanya Jun Cheol serius.
Bahu pria itu terlihat bergetar dan suara isak tangis terdengar ketika ia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa ia melakukan hal seperti ini, mendengar ucapan pria itu entah mengapa membuat Barra merasa iba tapi tak lama Jun Cheol menghampiri pria itu.
"Saya tidak bermaksud untuk merugikan apalagi membahayakan nona Ajeng pak, saya terpaksa tidak melaporkan ke pak Barra karena saya mendapat ancaman untuk melakukannya pak! Saya perlu mencari uang demi keluarga saya pak," ujar Gruger sedih.
Jun Cheol teringat dengan pria yang ketahuan mengganggu Ajeng di depan cafenya lalu pria itu kehilangan nyawanya oleh Xin Qian, entah mengapa wajah Gruger mirip dengan pria itu hingga tanpa sadar Jun Cheol mengatakan hal yang membuatnya berdiri dari posisinya dan tak lama Gruger menarik kerah kemeja Jun Cheol seakan menantangnya.
"Wajah anda seperti tak asing bagi saya, ah anda saudara dari pria yang dibunuh oleh Xin Qian? Benarkan?! Apakah ucapan anda barusan hanya kebohongan saja?" ujar Jun Cheol dingin.
"Apa? Apa maksud anda dibunuh?!" teriak Gruger kesal.
Barra yang tidak mengerti dengan ucapan Jun Cheol membuatnya mempertanyakan apa yang Jun Cheol katakan tadi dan Jun Cheol pun menjelaskan apa yang ia ketahui hingga membuat pria itu ingin pergi dari sana tapi dengan sigap Jun Cheol menarik pria itu dan membantingnya ke lantai agar pria itu tidak kabur dari ruangan ini.
"Pria? Dibunuh? Xin Qian? Maksudnya gimana Jun? Ada apa emangnya?" tanya Barra bingung.
"Benar, beberapa waktu lalu ketika Ajeng menelpon karena ada orang aneh yang bolak-balik di depan cafenya membuat saya dan Jin Young memeriksa ke sana dan saya sempat menangkap pria itu yang berusaha masuk tapi saya tarik bajunya dan kami saling menantang seperti ini lalu tak lama pria itu lari dikejar Jin Young dan saat kita berempat di dalam cafe Ajeng saya pergi keluar mencari angin dan disanalah saya melihat Xin Qian memarahi dan menyuruh orang lain menebas pria itu dan membersihkan apa yang terjadi, pria itu saudara anda bukan? wajah kalian memiliki fitur wajah yang hampir mirip jadi saya mengetahuinya," tutur Jun Cheol serius.
Azka, Ajeng dan Barra menatapnya tak percaya karena ternyata sedetail itu Jun Cheol melihat orang lain sementara Jun Cheol menahan pergerakan pria itu dengan menekan dirinya saat pria itu tertahan di lantai dengan posisi kuncian agar Gruger tidak bisa kabur dan tak lupa Jun Cheol memperingatkan pria itu untuk jangan bermain-main dengannya.
"Kabur tidak akan membuat anda selamat karena Barra dan Azka memiliki informasi anda yang berarti sama saja anda membahayakan keluarga anda yang lain! Jika anda ingin selamat maka bekerja samalah dengan kami karena anda sendiri tak punya pilihan lain, saya beri tau anda satu hal! Saya tidak akan main-main dengan apa yang saya katakan jadi jangan buat kesabaran saya habis apalagi anda berusaha kabur dari ruangan ini," ucap Jun Cheol serius.
Sejenak ruangan terasa hening dan menakutkan tapi tak lama Barra berusaha mencari hal yang sejak tadi menganggu pikirannya, sedangkan yang ditanya oleh Barra malah sempat-sempatnya ia tertawa terbahak-bahak hingga membuat Jun Cheol, Ajeng, Barra dan Azka mengerutkan dahi mereka bingung dengan pikiran Gruger saat ini.
"Jadi lu juga terlibat dalam kematian ayah gue? Lu bukan cuma kaki tangan gue tapi lu punya bos lain selain gue? Jangan bilang selama ini lu bodohin gue!" tanya Barra bingung.
"Ahahahahahahahahahahaha!" tawa Gruger sinis.
Barra yang merasa kesal saat mendengar tawa dari orang yang ia percaya membuatnya hampir kehilangan kendali akan emosinya hingga Barra ingin memukul Gruger tapi Azka menahannya dan mencoba menenangkannya karena Azka tau pasti bosnya sangat marah atas apa yang baru ia ketahui sekarang.
"Jahat banget lu! Bisa-bisanya lu bohongin gue! Lu bohongin mendiang ayah gue terus lu masih bisa ketawa sebahagia ini! Lu bukan manusia! Lu gak pantes jadi manusia!! Gue percaya sama pekerja gue! Gue pikir lu bukan orang jahat! Terrnyata lu iblis," murka Barra marah.
"Barra, tenanglah! Anda harus tenang, saya tau ini berat tapi pasti bukan hanya dia yang jahat di sekitar anda jadi Jun Cheol akan membantu kasus ini! Tenang Barra," ucap Azka menenangkan.
Bukannya menjadi tenang Barra justru memukul meja dengan cukup keras untuk meluapkan rasa kesal dan sesak dihatinya hingga ia melepas kancing di kemeja karena Barra merasa muak dan tak bisa menerima hal yang ia dengar ini.
Sementara Jun Cheol melanjutkan pekerjaannya karena pria itu masih belum mau bekerja sama dengannya sedangkan Jun Cheol membutuhkan informasi agar Jun Cheol bisa menyelesaikan kasus ini dengan maksimal.
"Jadi anda saudara pria itu atau bukan? Dan apa rencana Xin Qian kali ini? Dia menyuruh anda melakukan apa? Atau ada orang lain yang menyuruh anda?" tanya Jun Cheol serius.
Sejenak ruangan terasa hening dan pria itu belum mau mengatakan apapun lalu tak lama Jun Cheol teringat foto yang tak sengaja jatuh di hadapannya saat dirinya membanting pria itu jatuh ke lantai, melihat hal ini membuat Jun Cheol menyeringai.
"Anak anda cukup menggemaskan ya? 5 tahun bukan umurnya? Bagaimana jadinya jika putri cantik anda melihat ayahnya berdiri di dalam penjara ya? Mungkin ia akan merasa sedih dan terluka karena tak bisa bermain bersama ayahnya lagi, kasihannya!" sahut Jun Cheol dingin.
Mendengar ucapan Jun Cheol membuat pria itu berusaha memberontak dan hendak memukul Jun Cheol tapi sayangnya Jun Cheol pemegang sabuk hitam Taekwondo jelas ia bisa menahan orang seperti ini terlebih orang adalah sumber informasinya.
"Lepaskan saya!! Jangan berani-berani anda melibatkan putri saya!!" maki Gruger marah.
Jun Cheol menyeringai karena rencananya berhasil ternyata apa yang pernah dirasakannya dulu bisa ia lihat sekarang, dulu Jun Cheol begitu melindungi hal yang berarti dalam hidupnya tapi sayangnya hal yang Jun Cheol lindungi tak ada lagi disisinya.
|Bersambung|