Setelah obrolan panas itu, Yasmin dan Paul menikmati makanan yang sudah terhidang di atas meja. Tapi obrolan sebelumnya, membuat Yasmin tidak begitu fokus dengan makanannya. Rasa makanan yang sebenarnya enak menjadi hambar. "Nona, e... maaf," ucap Paul tiba-tiba dengan tangan yang bergerak ke depan. Mata Yasmin melebar. "Ya?" "E... itu... itu...." Paul mengarahkan jari telunjuknya ke atas bibir Yasmin. Dia mengusapkan sedikit tangannya di sana. Dia tidak tahu kalau Darius memperhatikannya dengan wajah yang marah. *** Satu jam sebelumnya. "Aku mau ke toko," ucap Nia dengan wajah kesal. Salah satu tangannya memegang ponsel dan dalam kondisi pengeras suara menyala. "Mau apa kamu ke toko?" balas Darius di seberang. "Alasan pertama, aku lapar di rumah. Alasan kedua, aku bosan. Tidak a

