Bab.7 Makan Malam

1266 Words
Dua hari berlalu, Alex sudah berada di rumahnya lagi, transaksi dengan Mr Liem sudah selesai. Alex masuk ke dalam kamar tamu, dengan membawa sebuah kotak hitam, dengan balutan pita merah, Alex sudah memakai pakaian rapi, dengan setelan jas hitamnya, kemeja abu - abu muda dengan kalung di lehernya, seperti bisa parfumnya menghiasi aroma ruangan yang begitu membangkitkan hasrat romansa gelap. "Alex... kau ini biasakan kalau masuk ke kamar, ketuk pintu dulu." "Hmm ini rumahku, untuk apa aku harus mengetuk pintu terlebih dahulu, kau ini lucu sekali, kenapa harus kau yang membuat peraturan dokter cantikku." "Bukan begitu, aku kalau sedang berpakaian bagaimana, belajar sopan santun bisa kan." Cupppp ( Alex tiba - tiba memberikan kecupan lembut di hidungnya Meera ) "Sudah jangan bawel, ganti pakaianmu, kita pergi makan malam." "Apa! Tidak aku tidak mau, untuk apa keluar makan malam, ada Bibi Milly bisa membuat masakan apapun." "Hmm... kau ini sepertinya amnesia ya dokter Meera." "Amnesia? Apa maksudmu?" "Ya kau lupa karena terlalu terhanyut malam itu, kau dan aku sudah melakukan itu, dengan indahnya, sampai - sampai kau tertidur sampai dua hari." Meera menggelengkan kepalanya, dia merasa kejadian itu tidak pernah terjadi. "Kau bohong! Tidak mungkin hal itu terjadi lagi, jangan mengarang sandiwara Alex." "Oh kau lupa kamarku itu ada cctvnya." "What!! Cctv, yang benar saja." "Ini rumahku dokter cantik, aku bisa pasang apapun dan di mana pun, kau tidak percaya, kalau dua hari yang lalu itu sebelum aku ke Korea dan saat kau memelukku karena aku mengigau, kau yang begitu gila, dan meruntuhkan segala keimananku. Sebentar aku putarkan untukmu, lihatlah, jika kau merasa aku mengarang sebuah cerita, maka lihatlah, aku atau kau yang memulainya." Meera benar - benar syok, dia sama sekali tidak ingat, kalau dia sudah melakukan hal itu lagi bersama Alex. "Sudah, kau ini mengapa seperti wanita yang baru saja mengenal ranjang, kita sudah pernah melakukan sebelumnya, huftt aku mau lagi." "Alex.... jangan membuatku kesal." "Hmm... ya sudah gantilah pakaianmu, sekarang." "Ya sudah aku tunggu di sini ya." "Alex... kau ini, mau aku pukul sama pukulan baseball milikmu ini." "Dasar wanita aneh kau ini Meera, untuk apa kau begitu takut, kau malu, untuk apa, aku sudah melihat semuanya, dan kita sudah berpeluh asmara berkali - kali. Apa perlu aku yang menggantikan pakaianmu?" "Alex bisa keluar sebentar tidak, atau aku tidak akan pernah mengganti pakaianku ini." "Ya... ya baiklah, aku keluar, lucu sekali, huftt untung saja aku sayang padamu, jika tidak sudah aku hukum kau itu." "Terserah padamu, cepat keluar." "Ya sayang." "Alex stop bilang sayang, aku risih." Alex lalu menutup pintunya sembari terkekeh pelan bahagia. Lima belas menit kemudian, Meera keluar dengan balutan gaun mewah, berwarna biru navy, dengan ukuran press body membentuk semua keindahan tubuhnya Meera, rambutnya tergerai indah, sedikit dikeriting bagian bawahnya, dan memakai semua aksesoris pemberian Alex, kakinya yang begitu indah sangat cocok memakai sepatu high heels. Meera luar biasa cantik, membuat Alex mematung, tanpa gaun sexy saja, Alex sudah jatuh cinta padanya, sekarang Meera lebih cantik dan memikat hati Alex. "Cantik sekali, calon istri masa depanku, ayo kita berangkat sekarang." "Ya, naik apa?" "Kau ini pertanyaannya tidak ada yang lebih smart lagi, kau pikir mau naik apa, dasar wanita aneh." "Hahha, ada yang emosi lagi sepertinya." "Hmm... awas kau ya, jangan meledekku." "Apa salahnya tinggal menjawab." "Kau ini jangan membuatku kesal bisa tidak, mana mungkin aku mengajakmu makan malam, lalu menaiki kuda, kau ini." "Ya sudah aku akan diam." "Kau ini tidak perlu banyak pertanyaan yang kau sebenarnya sudah tahu jawabannya, naiklah." "Ya Tuan Alex." "Sekali lagi kau memanggilku dengan sebutan Tuan Alex, kau akan aku hukum nanti malam, mau aku hukum di atas ranjang." "Jangan ... aku lelah sekali." "Untuk itu panggil aku seperti biasa, Alex, cukup." "Ya sudah berangkat sekarang, mau sampai jam berapa, kalau kita berdebat terus." "Kau yang memulainya, selalu kau itu membuatku kesal." "Ya ... maaf, kau ini terlalu halus sekali perasaanya, aku kan hanya bercanda Alex." "Aku sedang tidak ingin bercanda, momennya sedang tidak tepat." "Ya sudah menyetirlah." Meera duduk di kursi yang begitu nyaman, disampingnya sudah ada lelaki tampan yang pernah menawannya dulu, sekarang dia kembali menjadi tawanan sang CEO sekaligus mafia itu, Alex Tarumba. Entah Meera harus tenang, bahagia atau sedih, karena takdir dia seperti tidak normal, di satu sisi dia masih sah menjadi istri Paul Romero dan di sisi lain dia menjadi tawanan cinta mantan kekasihnya itu. Meera sulit untuk bergerak saat ini, karena dia hanyalah wanita sederhana yang belum memiliki kekuatan apa - apa untuk lepas dari pernikahannya dan juga lepas dari tawanan Alex. Dua jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di sebuah restoran super mewah, namun tidak ada pelanggan satu pun yang makan di sana, bangunan restorannya dihiasi lampu - lampu kristal mewah bak istana. Alex turun dan membukakan pintu untuk Meera. Meera begitu takjub melihat restorannya, dia baru benar - benar melihat restoran para sultan yang seperti ini. "Hmm... kenapa Meera? Apa kau tidak suka dengan restorannya, kalau tidak suka, kita bisa cari yang lain." "Tidak... perlu mencari di tempat lain, ini restoran apa istana?" "Restoran ini adalah milikku sendiri, aku yang membangunnya, tidak semua bisa makan di sini, karena harga per porsinya setara dengan gaji bulanan karyawan, restoran ini hanya dibuka untuk acara - acara tertentu." "Benar - benar menakjubkan, aku pikir kemewahan itu hanya ada di negeri dongeng, ternyata real ada." "Adalah, kau ini makannya sering keluar, jangan selalu pasien saja yang kau urus." "Kau ini meledekku, nanti aku ledek balik, kau tidak suka, aku bukannya tidak mau keluar, tetapi memang tidak punya waktu, waktuku habis untuk mengurus semua pasien, apalagi aku ini hanya Guru bantu, jadi mau cuti saja susah, yang boleh cuti hanya dokter - dokter resmi." "Sudahlah, untuk apa kau bahas hal itu, tidak penting, oh ya duduklah, ini menu yang ada silahkan, kau pilih mau makan apa." "Hmm... kelihatannya semua lezat, tetapi aku pilih yang berkuah saja, sedikit nasi. Tetapi minumannya, teh hangat saja ya." "Ya baiklah, hmm Nabila, kemarilah, ini ya beberapa menu yang sudah kita pilih tolong buatkan ya." "Baik Pak Alex." "Itu cantik sekali waitersnya, wow...tidak pantas dia bekerja sebagai waiters." "Kenapa kau bicara seperti itu, ahh kau cemburu ya, cantikan dia, ya jelaslah aku harus memilih yang cantik - cantik karena ini kan restoran khusus para sultan, saat mereka datang, pelayanan resto ini selain baik dan memuaskan, mata mereka bisa dimanjakan oleh kecantikan dan keseksian waitersnya." "Siapa yang cemburu, kau ini bicara apa, aku tidak cemburu sama Nabila, sama sekali." "Ya... sudah kalau kau tidak mau mengakuinya, kalau nanti aku tergoda jangan marah ya." "Silahkan saja, malah bagus, jadi kita tidak perlu menikah kan, karena takdir lelaki memang seperti itu, silahkan saja, bukan urusanku." "Hahaha senang melihatmu seperti ini bawel, ngoceh - ngoceh, kamu itu cemburu sayang, udah jangan mengelak." "Stop Alex, aku sedang lapar, malas berdebat denganmu, yang sok ganteng." "Ya memang kenyataannya aku ganteng, kaya raya, mana ada minesnya." "Terserah kau saja, aku malas berdebat denganmu." "Heiii lihat sini, kau ini tidak peka atau memang hatimu ini terlalu keras ya, Meera kalau aku mau seperti itu, untuk apa aku masih menawanmu sekarang, untuk apa, aku bukan lelaki lain yang begitu bastard, aku tidak peduli wanita lain, yang aku inginkan hanya kau, kalau aku tidak sayang padamu, untuk apa juga aku harus rela sendiri terus seperti ini." "Semua lelaki juga sama aja, di awal aja manis, selebihnya kalau sudah didapatkan, dia akan membuang wanitanya kapan saja." "Aku tidak pernah seperti itu, kau bisa lihat, siapa yang sudah pergi, itu kau, bukan aku Meera, sudah, jangan membuatku marah, aku tidak suka dibanding - bandingkan seperti lelaki bastard di luar sana, aku ya aku yang akan selalu menyayangimu sampai maut memisahkan."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD