Dua puluh Empat

1044 Words

Dua puluh Empat Sudah 2 hari Axel bertingkah aneh, bahkan di rumah pun dia sangat pendiam. "Kak, antar aku ke kampus ya?" Nisa menghampiri Axel yang tengah berdiri di dekat jendela, tatapannya terlihat kosong. "Kak!" Nisa menyentuh tangan kakaknya. "Hm? Apa Nis?" "Ada apa?" "Hm ... tidak ada." "Yakin? Dari tadi melamun terus." "Gak papah, kamu mau ke mana?" "Ke kampus. Kakak mirip orang yang putus cinta saja," gerutu Nisa sembari berlalu. Axel menatap punggung adik tirinya yang berjalan menjauh. "Putus cinta? Pacarannya juga belum, tapi sudah ditolak duluan." Axel bermonolog. "Apa benar yang dikatakan si Archie, tidak ada perempuan yang mau sama gue gara-gara pengangguran?" Axel menghembuskan nafas berat. Axel melangkah mengikuti arah adik tirinya berjalan. "Nis!" teriak Axel m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD