Dua puluh Lima"Bi, kenapa makannya gak di lanjut?" Aishaa menatap Mina yang masih mengutak katik ponsel. "Hehe ... Neng Aishaa makan saja, Bibi sudah kenyang." Bohong si Bibi. Dia masih sibuk berbalas pesan dengan Tuan mudanya yang mendadak meminta foto Aishaa. "Apa si Aden udah ada rasa deg-deg ser gitu ya hihi." "Rasa apa Bi?" Aishaa menatap Mina yang bicara sendiri sembari menatap layar ponsel. "Oh ... eh ini Neng, Bibi cuma baca novel online, ceritanya romantis." "Bibi suka novel?" "Sedikit," ujar Mina, ia menautkan telunjuk dan jempolnya. "Neng Aishaa suka jalan-jalan?" "Jalan-jalan? Ke mana?" "Ya ke mana saja Neng." "Enggak Bi, Ais paling ke pasar dekat sini, sama bantuin Mamah di toko." Mina menatap Aishaa tidak percaya. “Ke Emol gitu Neng." Aishaa menggeleng. "Kalau mau l

