Episode 17

1082 Words
18 Agustus 2020 Mata hati Episode 17             Seorang pria berkulit putih s**u berdiri tegap di depan sebuah hunian berlantai 5, matanya penuh misteri hunian tersebut, disampingnya seorang gadis berkulit kuning langsat memperhaikan hunian tersebut penuh takjub, dia tidak menyangka pria yang menjadi suami pura-puranya ini memiliki hunian semewah ini,”Suamiku, ini serius rumahmu?” tanyanya seakan tidak percaya.             “Hn, tapi sementara kita tidak akan tinggal disini. Menghancurkan sahabat yang telah menghancurkanmu! Hmmp. Frans ferdinan, tunggu kehancuranmu,” katanya penuh dendam. Ranze manatap pria itu takut, baru kali ini dirinya melihat sosok iblis dalam diri seorang pria yang telah menempati ruang hatinya.   Srett.. Jglek… Fransis dan Ranze mengalihkan perhatiannya pada sebuah mobil yang beru saja tiba, mobil hitam mewah itu berhenti tak jauh darinya, seorang gadis memakai gaun biru langit keluar dari mobil tersebut, disusul seorang pria memakai jas biru dan kemeja putih, mata mereka beradu pandang dengan kedua orang tersebut. Paras wajah yang sama, mata yang sama hanya berbeda gaya dan penampilan,”Bagaimana perasaanmu, ketika melihat seorang yang telah kau bunuh masih berdiri tegap dihadapanmu?!” tanya Fransis dengan seringai iblis.             Tubuh Ferdinan menegang melihat sosok pria yang telah dicelakainya berdiri tak jauh darinya dalam keadaan segar bugar, pria itu bahkan berjalan mendekatinya, tidak bukan dirinya melainkan gadis yang juga sama tegangnya di sampingnya.             “Kamu siapa?” tanya gadis itu seakan tak dapat percaya bahwa pria itu memiliki wajah yang sama persis dengan kekasihnya. Fransis tersenyum miris, semudah itukah calon istrinya itu melupakannya, atau bahkan tidak dapat membedakan mana yang asli dan palsu.             “Seiran, apakah hatimu sudah tidak bisa mengenali calon suamimu? Atau sekarang kau sudah benar-benar jatuh cinta pada si b******k ini?” tanyanya sambil mengulurkan tangannya menyentuh wajah gadis yang sangat dirindukannya. Plak…             Seiran menepis tangan tersebut, pandangannya dingin, dia tidak yakin siapa pria yang di depannya itu, tangannya menggenggam tangan Ferdinan,”Aku tidak mengenalmu. Aku dan kekasihku akan segera menikah, iya,’kan, Fransis?” katanya sambil menolehkan wajahnya pada seorang pria yang dikiranya adalah Fransis. Ferdinan hanya tersenyum tipis, sejujurnya dia merasa takut kalau gadis itu akan mengetahui bahwa dirinya bukanlah Fransis tapi Frans Ferdinan.             Fransis tersenyum sinis, hanya dalam waktu 3 bulan gadis itu sekali lagi memanggil Namanya pada orang yang salah, kenapa dia selalu saja tidak bisa membedakan mana yang asli dan palsu,”Sefra, kau yakin pria yang di sampingmu itu adalah Fransis Lonelis? Atau seorang yang menyamar menjadi Fransis Lonenlis,” balasnya.             Seiran tidak mengerti dengan situasi ini, dulu dirinya memang tidak percaya kalau pria yang akan dia nikahi itu bukan kekasihnya tapi orang yang menyamar menjadi kekasihnya, tapi kenapa disaat dirinya sudah percaya bahwa pria itu adalah kekasihnya, muncul seorang pria yang memiliki wajah yang sama persis dan meragukan kaksihnya. Matanya menatap pria itu dalam, entah kenapa ada perasaan familiar saat menatap wajahnya, siapa pria yang ada di depannya tersebut.             Fransis tersenyum, ia kembali mengulurkan tangannya berharap gadis itu akan menyambut uluran tangannya,”Seiran, aku kembali. Kita akan melanjutkan pernikahan kita yang sempat tertunda 3 bulan yang lalu, kau masih mencintaiku,’kan? Kali ini kau tidak akan salah dalam mengenali orang lagi,’kan?”             Seiran masih belum yakin, matanya beralih pada tangan yang terulur kearahnya, entah kenapa dia pun sangat ingin menyambut uluran tangan tersebut, tapi saat dia hendak menyambut uluran tangan tersebut, tangan lain menepis tangan terlurur tersebut.             “Kau jangan sembarangan mengaku sebagai Fransis Lonenli! Akulah calon suami Seiran, aku adalah Fransis Lonenlis. Sebaikya kau pergi sekarang, sebelum aku akan berbuat kasar padamu.” Ferdinan tidak membiarkan Fransis begitu saja membongkar rahasianya, dia pun maju selangkah menjadi perisai untuk gadis yang dia cintai agar tidak memihak pada kekasih yang sesungguhnya.             Fransis tersenyum mencemooh melihat sahabatnya yang ketakutan rahasianya terbongkar,”Kau serius, kalau kau bukan Frans Ferdinan tapi Fransis Lonenlis? Apakah kau tidak takut kalau nanti semua akses masuk perusahaan Lonenlis terblokir oleh pemilik sesungguhnya.” Tatapan dingin menusuk yang selalu diberikan pria itu membuat hati Seiran semakin tidak menentu, dia merasa selama ini ia memang sudah dipermainkan.             Ferdinan mengepalkan tangannya menahan amarah, bagaimana bisa pria ini bisa lolos dari kematian, meski 3 bulan ini dirinya sudah berhasil membuat semua percaya kalau dirinya adalah komisaris Lonenlis corporation, tapi terkadang dirinya sangat sulit bahkan tidak dapat mengakses perusahaan itu seakan memang terkunci, bahkan dokumen rahasia pun tak dapat dia temukan,”Ferdinan, kau sangat mencintai Seiran. Tapi caramu salah, Seiran selamanya akan menjadi milikku, bahkan hingga akhir waktu cintanya selamanya untukku,” ucap Fransis penuh kemenangan.             “Frans, kau, Fransisku,’kan? Kau bukan Frans Ferdinan bukan?” tanya Seiran butuh kepastian. Ferdinan menarik napas dalam, mungkin usahanya selama 3 bulan ini untuk mendapatkan hati gadis itu sia-sia, karena meski apapun yang dia lakukan, gadis itu hanya mencintai Fransis yang sebenarnya, bukan dirinya yang menyamar menjadi Fransis. Pria itu membalikkan tubuhnya, ia menatap gadis kesayangannya itu lembut, tangannya terulur untuk merapikan anak rambut gadis itu.             “Seiran, aku sangat mencintaimu. Maafkan aku, tapi aku tidak berniat jahat padamu, aku hanya ingin memilikimu. Aku memang Frans Ferdinan, bukan Fransis Lonenlis. Tapi untuk apa juga kau harus bersama seorang pria yang sekarat itu, Seiran, maafkan aku. Kau tidak akan kembali padanya,’kan? Kita akan tetap menikah,’kan? Aku berjanji akan selalu mencintaimu, aku akan mengembalikan semua yang menjadi milik Fransis, tapi aslkan kau menjadi istriku,” katanya penuh harap.             Seiran terkejut, dia tidak menyangka kalau selama ini dirinya benar-benar sudah dibohongi, rasanya sangat sakit mendengar semua kenyataan ini, saat dalam hati telah ada rasa yang berbeda muncul untuk pria itu hingga ia memutuskan untuk mengulang pernikahannya, ternyata pria itu bukanlah kekasih yang selama ini dicintainya.             Rasanya tidak tega melihat gadis yang paling dicintainya bersedih, tapi ia tidak akan begitu saja melepaskan Ferdinan karena telah membuat mereka terpisah bahkan menyamar menjadi dirinya dan membuat goyah dalam hati gadis itu, dia pun berjalan kesisisi kekasihnya lalu merangkul bahunya,”Tidak perlu dengarkan dia, aku sudah kembali. Kita akan bersama selamanya,” katanya lembut. Pria itu tidak sadar kalau ada hati yang terluka melihatnya bersama wanita lain.             Seiran mendongak menatap Fransis yang tersenyum kearahnya, ia pun tersenyum namun sebelah hatinya seakan berat melepaskan Ferdinan, gadis itu menganggukkan kepalanya, dengan air mata berderai tangannya memeluk tubuh kekasih sejatinya.             Fransis menatap Ferdinan merendahkan, dalam hati ia merasa sedikit puas melihat raut kesedihan di mata mantan sahabatnya tersebut,”Tidak ada lagi yang membutuhkanmu disini, kami akan segera menikah. Sayang, ayo! Kita akan masuk kedalam, akan ku kenalkan juga kau pada gadis baik hati yang telah menolongku.”             Fransis membimbing gadisnya untuk meninggalkan sosok mantan sahabat yang masih terdiam dengan hati penuh luka, tapi dia tidak akan menyerah begitu saja, sekali lagi dirinya akan mlenyapkan nyawa pria itu. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD