Bukannya ke toilet Kyomi justru pergi ke sebuah coffee shop yang berseberangan dengan perusahaan tempatnya bekerja. Dia akan menunggu di sana sampai Mita pergi dari perusahaan tersebut. Menghindari wanita itu lebih baik dari pada harus menghadapi tatapan membunuh yang di layangkan kepadanya seolah dirinya adalah rival yang harus di waspadai. Sarkasme wanita itu juga membuatnya hampir naik darah. Dari pada terpancing emosi, sebaiknya dia menghindari dari Mita. Dia butuh kopi untuk menyegarkan otak. “Aku perlu berbicara denganmu.” Angan-angan untuk menyegarkan otak buyar sudah saat dia menoleh ke belakang dab menemukan Mita yang berdiri tepat di belakangnya sambil menatapnya tajam. “Apa yang ingin kau bicarakan?” Kyomi menanggapinya dengan tenang seperti biasa. Jika Mita menyukai Bian,

