Benua memarkirkan mobilnya. Lelaki itu juga membukakan pintu mobil untuk Gemi. Gemi turun dari mobil, di sambut dengan senyuman manis Benua. Benua menggenggam tangan Gemi. Mereka berjalan beriringan siang ini. "Makan dulu yuk," ajak Benua. Dan Gemi hanya mengangguk. Karena memang perutnya juga lapar. Mereka masuk kedalam rumah makan. Setelah memesan makanan, pelayan pergi menjauh dari mereka. Benua masih mempertahankan senyum manisnya. Lelaki itu menopang dagunya, menatap lekat Gemi. Dan juga mengunci pandangan Gemi. Banyak ketakutan yang di alami Benua. Karena sekarang hidupnya telah berubah. Benua tidak tau, apa bisa lelaki itu menatap lekat wajah Gemi lagi. Atau ini terakhir kali? "Kenapa?" tanya Gemi yang terlihat risih. Benua malah tersenyum. Meski risih, Gemi terasa senang. "

