Kepala Benua sangat pusing, namun lelaki itu masih tetap menjalan kan mobilnya. Benua baru saja mengantarkan Gemi pulang. Karena tidak kuat, Benua menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Lelaki itu menghubungi nomor Bumi untuk menjemputnya. Setelah menghubungi Bumi, kesadaran Benua hilang. Sementara itu, Gemi masih mengembangkan senyumnya. Hari ini, perempuan itu sangat bahagia. Perlakuan manis Benua tadi masih ia ingat jelas. Gemi merebahkan tubuhnya pada ranjang. Perempuan itu menatap langit langit kamarnya. Karena merasa gerah, Gemi melepas sweaternya. Saat akan menaruh sweater tersebut. Gemi melihat ada noda darah kering di sweater tersebut. "Ini darah siapa?" gumam Gemi bingung. "Bahu gue gak berdarah..." gumam Gemi lagi sembari melihat bahunya. Dan tidak ada noda darah di san

