Bab 41. Menjelang Pisah

1505 Words

*** Jaka baru saja datang setelah beberapa saat lalu mendengar suara Jesika memanggilnya. Perasaan haru tiba-tiba menyeruak melihat pemandangan itu. Elang, putra yang Dua Puluh Lima tahun yang lalu ia adopsi bersama Jesika kini berada di dalam pelukan istrinya itu. "Lang," panggilnya. Elang menolehkan kepala, melihat papanya berdiri tak jauh dari mereka. Elang mengurai pelukannya pada Jesika. Jika bibir lelaki itu tersenyum, maka bibir Jesika merengut sedih. Jesika merasa Elang akan mengatakan sesuatu yang tak ingin dirinya dengar. "Pa," dalam sekejap kini Elang sudah berada di dalam pelukan Jaka. Kedua pria itu tampak terharu. Saling menepuk punggung, memberi semangat satu sama lain. "Anak Papa," ucap Jaka. Elang menganggukan kepalanya, ia semakin mengeratkan pelukan itu pada Jaka.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD