*** Makan malam dengan menu kesukaan Elang pun sedang berlangsung. Sudah lama sekali Elang tidak merasakan ini. Namun, dirinya sangat menyayangkan kenapa baru sekarang dan pada saat dirinya akan mengasing sejenak. Elang ingin sekali mengeluarkan napasnya dengan berat, tapi dia tak ingin membuat mama Jesika bersedih hati. Biar bagaimana pun kesedihan Jesika ada di depan mata Elang, dan dia tak ingin menjadi penyebab dari kesedihan itu lagi. Tidak ada percakapan selema makan malam itu terjadi. Hanya sesekali Jesika menawarkan lauk kepada Elang yang ditanggapi oleh lelaki itu dengan anggukan kepala. Biarlah, perutnya yang menanggung semua makanan yang disodorkan Jesika. Lagi pula sejak kecil makanan paforit Elang adalah masakan dari mamanya. Usai makan malam, mereka hanya mengobrol sedik

