Kamar Adel Alvin membaringkan Adel di kamar Adel dulu, si Kembar dari tadi mengikutinya dari belakang. Mereka berdua benar-benar sangat menggemaskan. Alvin menggenggam tangan Adel, tersenyum lembut kepadanya. “Aku harus kembali lagi ke Kantor, jangan berpikir yang aneh-aneh. Mengerti?” Adel mengangguk, “Aku mengerti, pergilah …” lirih Adel. Wajah Adel kembali murung. Alvin menghela nafas. “Kelihatan nggak rela gitu … “ ucap Alvin. “Enggak kok! aku baik-baik saja kok. Sapa tau emang Bella sama Mama masih nungguin kamu,” ucap Adel. Alvin menatap Adel, bingung harus ngomong apa. Jelas-jelas tadi Adel bilang sendiri, tidak bisa hidup tanpanya. Sekarang malah bawa-bawa Bella, apa sebenarnya yang telah terjadi dengan Adel. “Nggak usah ngomong kek gitu, kek nggak rela aja.” Alvin menyu

