Cemburu Tapi Gengsi

1927 Words

Hari menunjukkan pukul 12.00 WIB, saatnya untuk istirahat siang. Adel keluar dari ruangannya, berjalan melewati Alvin yang masih sibuk dengan pekerjaannya. “Mau kemana?” tanya Alvin tanpa menoleh kearah Adel. Adel mengentikan langkah kakinya, menghela nafas. “Istirahatlah Pak, ini ‘kan udah masuk jam istirahat,” ucap Adel, kembali melangkahkan kakinya. “Berhenti!” seru Alvin. Menatap tajam Adel. Adel terpaksa berhenti. “Saya laper, Pak. Tadi pagi nggak sempet sarapan, suruh buru-buru datang,” ucap Adel kesal, mengerucutkan bibirnya. Kesel sama Alvin yang udah kek kompeni aja. “Aku dah pesen makanan, makan aja di sini!” perintah Alvin. Adel menghela nafas, ‘kan? Alvin mirip kompeni beneran, selalu ngekang Adel. “Maaf ya Pak, saya udah janji sama Santi, mo makan bareng di kantin,” uc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD