Nana termenung di kursi penumpang, memandang langit dari dalam suasana masih terlihat gelap namun sebenarnya sudah mulai pagi. Jam di ponselnya sudah menunjukkan setngah enam. Mereka memutuskan turun lebih awal untuk menghindari macet. Setelah bangun tadi sebelum subuh Nana keluar dari tenda dan melihat Jaka yang sudah menyiapkan teh hangat dan ada segelas s**u. Entah dari mana ia dapat "Pak Jaka bangun jam berapa?" tanya Nana masih dengan wajah setengah mengantuk Jaka tersenyum kecil. "Ambil wudhu dulu di sana, nanti kita ngobrol lagi" ucap Jaka menunjuk kran dekat bangunan kecil sepertinya pos jaga Nana menganggukkan kepalanya dan berjalan melewati Jaka. Rasa sejuk dan dingin mengenai kulit Nana, Jaka yang melihatnya dari jauh hanya bisa mengawasi. "Na?" "Nana!!" Jaka melihat Nana

