DUAPULUH EMPAT-C

1758 Words

Nana terduduk di ranjangnya yang lama, bersama Fatma. Meneliti sekitar kamarnya. Ada sedikit yang berubah, ranjangnya di cat ulang dengan temboknya yang berubah ada sedikit tempelan berupa stiker lucu dan kedua meja belajar yang masih sama. Bahkan satu meja belajar hasil ia dan Fatma patungan dulu untuk membeli. Mereka mancari sisa gelas plastik dan menjualnya hasinya mereka belika lampu belajar itu. Mengingat itu kembali membuat Nana ikut terharu, sisa tangisnya bahkan masih terasa. Fatma mengikuti arah pandang Nana "Jadi, nostalgia Na" gumam Fatma yang duduk di sebelah Nana "Huem" "Na, kamu belu nyeritain lebih jelas soal tadi kan?" tanya Fatma pelan Nana menganggukkan kepalanya. "Aku cuma nyeritain bagian nemuin foto itu" Fatma mengelus bahu Nana mencoba menguatkan Nana. "Kita bis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD