DUAPULUH EMPAT-B

2075 Words

Nana duduk terdiam menatap hamparan padang rumput di depannya, semilir angin menerbangkan rambutnya yang terurai bersama dengan anak rambut yang baru tumbuh. Tatapannya menatap lurus ke depan. Dalam pikirannya ia sedikit menyesal karena ceroboh dan hampir terkena jebakan. Kabarnya bus yang mereka tumpangi terkena pecah ban beberapa saat setelah ia di jemput paksa. Nana sedikit lega namun juga merasa tidak enak. Jaka melihat Nana dari jauh, setelah tadi aksinya yang berpacu dengan pengguna jalan lainnya dan bersyukur letak kantornya tidak terlalu jauh dengan terminal bus membuatnya lebih cepat menyusul. Lega tentu saja, melihat Nana selamat "Minum dulu Na" ucap Jaka menyodorkan minuman teh kepada Nana Nana mendongakkan kepalanya dan menerimanya, "Makasih Mas" jawab Nana lirih Jaka hany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD