Di tengah malam yang sunyi dan dingin, sebuah kecelakaan beruntun terjadi di jalan raya yang hampir kosong. Api nyala dari kendaraan yang terbakar membias di langit malam, seolah-olah mengisyaratkan bencana yang tak terelakkan. Revan, dengan naluri seorang dokter yang tak pernah padam, segera melompat keluar dari mobilnya, jas putihnya berkilau dalam cahaya remang-remang. Matanya yang penuh tekad dan peralatan medis yang dipegangnya menjadi satu-satunya jaminan bahwa dia datang bukan untuk sekadar menonton, tetapi untuk bertindak. Jalanan hancur, kaca pecah berserakan, dan deru suara sirene jauh di kejauhan menambah keputusasaan suasana. Mobil-mobil yang terlibat, seolah disusun dalam susunan chaos, memperlihatkan gambaran duka yang tak terucapkan. Revan melangkah dengan cepat, mele

