Di Bawah Guyuran Hujan “Ayo ikut aku.” “Kemana?” tanya Nawang. “Ada deh.” Nawang mengikuti langkah Bagas. Mereka menaiki mobil menuju ke sebuah perkebunan teh yang dimiliki oleh keluarga Bagas. “Hemmm ... sejuknya. Ini milik Eyang semua, Gas?” “Iya.” Mereka menikmati suasana sepi dan udara pegunungan yang sejuk. Nawang merentangkan kedua tangannya menikmati embusan semilir angin nan sejuk. Bagas mengamati tingkah istrinya dan tersenyum. Kemudian mendekati Nawang dan memeluknya dari belakang. Tak lupa menopangkan dagunya pada pundak sang istri. “Gas.” “Hem.” “Lepas!” “Gak mau. Nyaman kayak gini.” Nawang hanya bisa pasrah melihat perlakuan Bagas padanya. Karena mencoba menolak pun, ia akan tetap kalah. Tak jauh dari mereka hanya berjarak sekitar 20 meter terdapat sepasang mata ya

