Serangan Pertama

1054 Words

Serangan Pertama Tak terasa sudah enam bulan Bagas berada di Banjarnegara. Kondisi Eyang kakung semakin membaik, tak dipungkiri semua berkat Nawang. Istrinya itu penuh perhatian menjaga dan merawat Eyangnya. Meski sindiran sinis masih selalu menerpa Bagas dan Nawang, mereka berdua kompak tutup telinga. “Gas.” “Iya Eyang.” Bagas menghampiri eyangnya yang tengah duduk di kursi roda. “Kamu sudah berapa bulan nikahnya?” “Mau jalan tujuh bulan Eyang? Kenapa?” “Kamu gak pengin punya anak, Gas.” Bagas menarik napasnya dalam. “Ya kepengin Eyang. Tapi belum dikasih mau bagaimana lagi.” “Hehehe. Eyang doakan, anakmu nanti banyak ya, Gas. Dan akur.” “Amin Eyang.” *** Bagas mengamati Nawang yang tengah mendorong kursi roda eyang kakungnya. Budi dan Bowo ikut serta. Tampaknya mereka sangat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD