Ngidam Cantik Ala Nawang

1460 Words

Ngidam Cantik Ala Nawang “Ini cucu menantu saya yang kedua, istrinya Bagas.” Binawan mengenalkan Nawang pada saudara sepupunya. “Loh Bagas yang anaknya Bagus to Mas. Wah cantik.” Puji Eyang Sundari sepupu Binawan. Pembawaannya kalem dan ningrat sekali. “Kamu sudah isi Nduk?” tanyanya. “Minta doanya Eyang?” “Berapa lama nikahnya?” “Sepuluh bulan.” “Kamu yakin Nduk, lagi gak isi ini?” “Maksud Eyang?” “Ini perutmu kok beda? Yakin belum isi?” “Eh ... itu?” Nawang mengingat-ingat kalau dua bulan ini dia sudah tidak menstruasi. Mata Nawang melotot, mungkinkah? Dia memandang kepada Eyang Kakungnya dan Eyang Sundari. “Kita telepon Bu Titik bidan desa.” Binawan meminta Maman memanggil Bidan Titik. Dan setelah memeriksa Nawang, Bidan Titik keluar dengan wajah semringah. “Selamat Juraga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD