Kemarahan

2258 Words

Kemarahan “Aduh!” pekik Nawang. Dia terpeleset dan kedua kakinya seperti akan split namun Nawang refleks menekankan kedua tangannya menyentuh lantai. Sehingga tubrukan antara pantatnya dan lantai bisa dihindari. “Ya Allah, Den? Den Nawang gak papa? Maafin Juminten ya Den.” Bagas segera keluar dari kamarnya mendengar teriakan Nawang. “Kenapa?” tanyanya khawatir. Juminten ketakutan melihat ekspresi Bagas. Bagas melihat lantai yang basah habis dipel. “Bukannya kamu sudah ngepel? Kenapa ngepel lagi?” tanya Bagas dingin. “I-ini tadi kotor. Den Seruni menjatuhkan makanan buat Den Bisma.” Juminten berkata sambil menunduk takut. “Mas.” Nawang berusaha meredakan amarah Bagas sambil mengelus-elus punggungnya. “Ada apa ini?” tanya Bestari dingin. “Gak papa Eyang,” sahut Nawang. Bagas hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD