Dengan tidak sabaran Luo Xi berdiri dan meraih beberapa lembar foto. Gerakannya diikuti seluruh mata yang tengah kebingungan. Hanya Liu Xikuan yang tidak terpengaruh karena dia sama kagetnya. “Foto-foto yang lain juga memperlihatkan jalur itu.” Luo Xi menyodorkan foto-foto itu agar Liu Xikuan dapat melihatnya dengan jelas. Sedangkan Liu Xikuan mendekatkan wajah, hingga terlihat seperti akan menelan foto itu bulat-bulat. “Maaf, Sir. Jalur?” Jeffrey yang mewakil pertanyaan dalam benak teman-temannya. Mereka serempak berdiri karena dua orang yang tiba-tiba berdiri, tanpa mengetahui apa yang terjadi. Dua orang ini berkomunikasi dengan cara yang mereka tidak mengerti. Melirik mereka sebentar, Liu Xikuan menarik foto-foto itu dari tangan Luo Xi. Diletakkannya ke atas meja dan diputar menghada

