"Aku tidak takut!" timpal Luna memasang kuda-kuda. "Apa kamu lupa barusan diselamatkan oleh pelayan di sini. Perempuan tak tahu diri!" "Jangan jumawa dulu. Buktikan kemampuan masing-masing, siapa yang lebih pantas jadi pelayan terpilih!" Stella yang mendengar ucapan Luna menggeram kesal. Ia menendang daun pintu di depannya lalu menatap Luna dan Aleksei bergantian. "Awas kalian! Watch your eyes! Chhh!" Wanita tinggi dan sintal itu meninggalkan kamar itu. Aleksei menoleh ke arah Luna yang masih menatap pintu. "Kamu tak gentar kan?" "Tidak ada dalam kamusku. Ayo kita temui Baron. Berikan dia harga yang semurah-murahnya agar laki-laki itu menerimaku," ujar Luna melangkah. "Itu justru akan membuatnya curiga. Kamu diam saja dan lihat, bagaimana Aleksei the Moriz bertransaksi!" Baron

