"Jadi apa rencanamu? " tanya Ayu Ruminang pada Luna yang sedang merobek-robek kertas. "Membuat dia merasakan apa yang kurasakan. Bahkan lebih sakit lagi," jawab Luna. "Are you sure? Maksudku, kau sedang mengandung," ujar Gavin pada Luna. Untuk pertama kalinya laki-laki itu mengajaknya bicara secara langsung. "Bayi ini juga haus sepertiku. Mungkin dengan meminum sedikit darah musuh ibunya, bisa meredakan gejolak amarah yang terus saja semakin besar dalam d**a ini." Dengan ekspresi datar, Gavin mematik korek api, menyalakan rokok. Ruminang meraih kasar benda yang sudah mengeluarkan asap itu dari mulut Gavin. "There is a baby," ketusnya. Gavin membuang asap dari mulutnya ke arah kekasihnya itu lalu mengedipkan matanya, menggoda. Ayu Ruminang mencucutkan mulutnya lalu menoleh Luna. "Kau

