BAB 41_SEXY

1062 Words

"Astaghfirullah!" Luna memekik, menutup telinganya. "Angel!" Aleksei refleks menyentuh tangan Luna lalu menarik kepala wanita itu. Keduanya saling berpandangan lekat-lekat. "Angel, jangan takut! Jangan takut!" seru Aleksei. Nafas Luna naik turun. Bola matanya merah. Panas terasa menjalar di seluruh tubuh hingga ke pucuk kepalanya. Terdengar suara derap kursi roda Yudha. Aleksei langsung melepaskan tangannya. "Sorry. Maafkan aku. Harusnya kamu tak perlu ketakutan seperti itu. Apa kau lupa telah memotong urat leher manusia?!" omel Aleksei salah tingkah. Ia benar-benar tak sadar telah menyentuh Luna dan sedekat itu. Sedangkan Luna sama sekali seperti kehilangan akal bahkan tak bisa berpikir apa maksud ucapan Aleksei. "Kamu kenapa, Dek?!" Air mata Luna berderai hebat. Ia menggeleng deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD