Gemetar tangan Aleksei meraih ponselnya. Ia mencoba mengaktifkan kamera. Perlahan diarahkannya pada wajah Luna. Lagi-lagi Aleksei menegak kasar salivanya. Mata lentik, hidung mancung begitu sempurna di antara kedua pipinya yang merekah bagai bunga. Luna membuka mulutnya sedikit sehingga menampilkan sisi bibir yang s*****l. Hampir saja Aleksei tak bisa mengklik 'ambil gambar'. Laki-laki itu begitu terkesima. Kecantikan Luna yang dulu, jauh melebihi kecantikannya yang sekarang. "Sudah belum?" tanya Luna kembali datar. "Su-sudah!" seru Aleksei terbata. Luna meraih ponsel itu dan melihat hasilnya. "Ini buram Aleksei! Gimana sih?! Ulang!" Luna lalu menaikkan kaki kirinya di atas laci dashboard mobil dan berjongkok dengan kaki kanannya. Luna menatap tajam pada kamera sembari memegang bibir b

