Keesokan harinya Diana memanggil montir dari bengkel langganan untuk membawa mobilnya. Sepagian perempuan itu hanya sibuk menelepon operator bengkel karena montir yang bertugas menjemput mobilnya tak kujung datang. Hingga pukul 10 barulah seorang laki-laki kiriman bengkel tiba. Habis sudah emosinya terkuras oleh keterlambatan montir yang menjemput mobilnya. Ia bahkan sempat mengomeli montir itu di depan rumahnya meski sebenarnya bukan salah lelaki itu, tapi hanya itu yang dapat ia luapkan agar keluhannya sebagai pelanggan tersampaikan pada atasan. Ketika ia hendak masuk kembali ke dalam rumah ia baru tersadar bahwa aksi ngomel-ngomelnya barusan telah disaksikan oleh Rama sejak tadi. Lelaki itu melambai padanya dengan sarung tangan berkebun dan pot tanah liat di tangan kirinya. “Kenapa k

