"Mas," panggil Diana pada lelaki yang sedari tadi menatap kosong pada jalanan. "Eh iya Di, kenapa?" Rama tersadar. "Yang fokus kalau nyetir, bahaya loh," ujar Diana. Rama tersenyum sekedarnya pada Diana. Perempuan itu tahu bahwa pikiran lelaki yang berada di sampingnya saat ini sedang tidak di tempat. Sepanjang perjalan ia hanya diam saja, seperti yang sudah-sudah. Setiap kali mendapat telepon dengan Viona, mood-nya akan berubah anjlok. "Mas kalau kamu ragu mending tadi iyain aja permintaan Viona." "Biarin aja Di, dia kan udah ada suami. Harusnya minta sama suaminya, bukan minta sama aku," jawab Rama. "Sudah ada suami kok masih ngerepotin kamu?" tanya Diana sangat heran. "Entahlah, mungkin udah kebiasaan. Karena sejak dulu emang seperti itu sama aku." "Dia yang selingkuh, dia juga

