Diana menyeret koper mengikuti langkah Hilda membawanya ke lantai dua, mereka tiba di sebuah kamar besar dengan dekorasi yang tak kalah mewah dengan ruang utama. Ia dapat membayangkan betapa nyenyaknya jika tidur di atas kasur super empuk yang ada di kamar itu. Namun bukan berarti kasur yang dimilikinya di rumah tidak lebih bagus dari kasur milik keluarga Rama, hanya saja menurutnya kasur di kamar itu lebih melambangkan kemalasan dari seorang putri. Suasana serba putih dengan pencahayaan yang cukup masuk melewati jendela besar dengan tirai yang berkibar menggantung di sana menambah kesan terang dan bersih. Kamar yang sangat cantik. “Ini kamarmu Diana,” ujar Hilda mempersilakan calon adik iparnya itu masuk. Diana melangkah memasuki kamar itu dengan hati-hati, tentunya tak lupa menggeret k

