Dengan keadaan pening, Rama bangkit mengumpulkan sisa kesadarannya. Ia mengerjap-ngerjapkan mata dan orang yang pertama dilihat saat kesadarannya telah terkumpul penuh adalah Diana. Perempuan itu tampak panik menyaksikan lelaki yang ia gunakan sebagai bahan sandiwaranya dalam keadaan bonyok. Ada cairan merah mengalir di pelipisnya. “Mas kamu enggak apa-apa?!” tanya Diana panik. “Agak puyeng sedikit,” jawabnya lirih. “Saya enggak terima kalau keluarga kami diperlakukan seperti ini Pak Burhan,” sergah Pak Wibowo geram. Kumis tebalnya membuat raut wajah bapak itu terlihat lebih menyeramkan ketika sedang marah. “Kamu bohong kan nduk?” ibu Diana terisak tak percaya di sebelah suaminya. Namun Risa berusaha menenangkan dengan mengusap-usap pundaknya. Dari tempatnya Diana menatap sang ibu de

