Acara rias merias pun telah selesai. Kini Diana siap untuk hadir di acara lamarannya. Sambil menunggu para keluarga dari pihak laki-laki, perempuan itu menunggu di dalam kamar bersama ibunya dan Risa. “Grogi ya kamu?” tanya Risa sambil merapikan beberapa alat riasnya ke dalam tas. “Enggak kok,” jawab Diana singkat. “Kalau enggak kenapa dari tadi gigitin kuku?” Risa terkekeh menggoda Diana. “Diana itu enggak , dari dulu kalau grogi pasti begitu. Padahal udah sering dimarahi kalau ketahuan sama bapaknya,” timpal sang ibu sembari merapikan beberapa bagian kebayanya yang terlihat sedikit berantakan. “Aku enggak grogi bu,” sangkalnya. “Cuma kepikiran aja buat rencana kita nanti bakal berhasil apa enggak.” Ia menatap ragu pada Risa. “Kalau enggak dicoba ya enggak bakal tahu kan,” ujar Risa

