Malam Yang Melelahkan

1204 Words

Dengan langkah murka, ayah Diana melangkah mendekati anak gadisnya yang sedang duduk tanpa alas di halaman rumah bersama lelaki yang kehadirannya sangat membuat tak nyaman. “Masuk sekarang!” perintah pria tua itu. Ada sedikit rasa kecut di hati Diana, tapi bukan Diana namanya jika menuruti begitu saja perintah orang lain, termasuk perintah ayahnya. Ia justru dengan berani menatap mata sang ayah yang sedang berapi-api mendengus kepadanya. “Ngelawan kamu?!” Masih bergeming, Diana tak menjawab pertanyaan ayahnya. Ia lanjut mengunyah sate kerang yang belum habis dari tadi. Sementara itu Rama justru tak sanggup melanjutkan gigitan bakwannya. Ia tak tahu harus bereaksi seperti apa ketika mendapati keadaan panas antara dua anak dan ayah ini. “Jam segini malah keluyuran sama laki-laki. Enggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD