Haruskah Diana Ikut Ke Bandung?

1173 Words

Rama kembali ke meja makan dan duduk dengan raut wajah yang tidak biasa. Matanya menatap Diana dengan kepanikan yang berusaha ia tutupi. “Kenapa mas? Kok kayak panik gitu? Tadi aku denger namaku disebut-sebut,” tanya Diana tak dapat menahan rasa penasarannya. Lelaki itu menghela nafas panjang lau berkata dengan berat, “Mamaku tahu kalau kamu calon istriku Di.” Rasa bingung dan penasaran bercampur seketika di kepala Diana. Bagaimana hal itu bisa diketahui oleh ibu Rama? Ia bahkan belum pernah bertemu dengannya. “Kok bisa mas? Mamamu tau dari mana?” Tanya Diana bingung. “Viona yang ngaduin ke mamaku,” jawab Rama sambil memijat keningnya dengan telunjuk. “Astaga.” Diana ikut dapat merasakan pening yang dirasakannya. Bagaimana bisa Viona senekat itu mengadukan hal yang bukan menjadi ur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD