Jalanan Terjal

1153 Words

“Kamu tau kan jalannya kalau lewat sini Di?” Tanya Rama masih menggendong Diana di punggungnya. Sambil menyeka air matanya ia menjawab, “Iya mas. Kalau enggak salah ini tinggal lurus aja kok. Emang agak ekstrim jalannya tapi kalau balik lagi malah makin jauh, soalnya ini bentar lagi juga nyampe.” Diana fokus menjelaskan arah jalan pulang sambil menunjuk jalanan terjal berbatu di hadapan mereka. Meski ada rasa tak enak karena Rama harus membawa beban dirinya, ia tak dapat berbuat apa-apa karena kaki yang terkilir membuatnya tak dapat berjalan. “Aku berat ya mas?” tanyanya. Rama tersenyum sambil berkata, “Enggak kok, kalau aku masih bisa jalan berarti bebannya masih dalam batas wajar.” “Jangan menghibur aku mas, aku tau aku berat loh.” “Udah enggak usah bawel, yang penting kamu nanti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD