Sore itu Diana sengaja duduk di teras, memandangi halaman rumahnya yang tampak sepi dari tanaman hias. Hanya ada rumput hijau yang tak terawat dan beberapa pohon palem yang tumbuh rindang. Setidaknya meski tak seindah tanaman hias milik Rama, pohon-pohon itu dapat berguna baginya untuk menjadi penghalang cahaya matahari yang menembus masuk. Angin sepoi-sepoi berembus di sela-sela dedaunan. Diana menikmati setiap embusan angin yang menerpa wajahnya, cukup dapat mengurangi rasa sakit di wajahnya meski hanya sesaat. Bukan tanpa alasan ia duduk di teras, karena perempuan itu sedang menunggu seseorang yang berjanji akan membawakannya seblak yang ia idam-idamkan sejak tadi. Benar saja, tak perlu menunggu terlalu lama, Rama akhirnya tiba sambil menenteng plastik berisikan makanan yang sedari

