Mari kita lupakan sejenak tentang Viona dan suaminya. Satu-satunya hal yang harus dikhawatirkan Diana saat ini adalah tentang kepulangannya ke kampung halaman. Mau tak mau ia harus melakukannya karena perempuan itu sudah berjanji pada ibunya untuk pulang. Janji adalah janji. Hari ini cuaca cukup cerah untuk hati Diana yang sedang mendung semendung mendungnya. Langkahnya terasa berat saat memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. Ia sengaja membawa baju cukup banyak karena berencana akan menginap lebih lama dari biasanya. Sejujurnya ia sangat merindukan sang ibu yang sudah hampir setahun tak di jumpainya. Namun hanya mengingat tentang ayahnya sudah membuat Diana merasa kesal bukan main. “Ayo Diana kamu pasti bisa! Pulang sebentar, setor muka abis itu balik lagi ke jakarta. Kaya yang ud

