Hati Yang Panas

1012 Words

Malam semakin larut namun udara tak terasa dingin sama sekali. Sejak siang memang sudah terasa hangat, lebih tepatnya gerah. Diana yang kekenyangan sedang duduk di atas kursi rotan di teras rumah Rama sambil mengipasi dirinya dengan majalah tipis yang ia pungut dari meja ruang tamu. Tak dapat dipungkiri masakan Rama memang lezat. Sekeras apa pun ia menolak untuk tidak menghabiskan hidangan itu, tetap saja tangannya tak dapat berhenti untuk menyuap Fettucine super lezat ke dalam mulut. Rama menyusul dari dalam membawa dua gelas lemon tea untuk tamunya itu, kemudian menaruhnya di atas meja teras. Sudut bibirnya terangkat saat melihat Diana sedang asyik menikmati udara yang berembus dari kepakkan majalah. “Kalau tau kamu bakal makan banyak, aku pasti masak porsi lebih tadi Di.” Ucapan Rama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD