19. Tak Ingin Tes DNA

1264 Words

“Mengapa baru pulang? Kamu dari mana saja?” tanya Adam sembari berjalan menghampiri Vena. Vena tidak lekas menjawab. Namun dia justru membuka pintu pagar dan masuk ke halaman rumahnya. Dalam hati dia merasa aneh. Adam menanyainya seolah seperti kekasih atau suaminya saja. “Sejak kapan kamu di sini?” Dia tahu Adam mengikuti masuk ke halaman. Dari suaranya, terdengar pria itu menutup pintu pagar. “Aku yang lebih dulu bertanya padamu. Jawab pertanyaanku.” Adam mencoba memberikan tawaran. “Jangan menunggu atau mencariku lagi. Carilah penyanyi lain untuk program musikmu itu. Masih banyak penyanyi yang lebih baik dan lebih berbakat dariku. Aku yakin acaramu akan sukses suatu hari nanti.” Ucapan Vena terdengar dingin. “Mengapa kamu mudah menyerah hanya karena ucapan para direktur itu? Kemar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD