Setelah menimbang beberapa saat Vena memutuskan untuk masuk ke dalam rumah lagi. Dengan senjata tongkat sapu di tangan, dia masuk dengan hati-hati agar tidak di sadari oleh orang di dalam sana. Agar nanti bisa dengan mudah untuk melarikan diri atau minta tolong bila sewaktu-waktu dirinya dala bahaya, sengaja dia biarkan pintunya terbuka lebar. Vena terus melangkah ke dalam dengan sangat perlahan dan sedikit mengendap di dekat tembok sepanjang menuju ruang tengah. Ternyata lilin itu berada di ruang makan. Vena berdiri tertegun di antara ruangan tengah dan ruang makan. Beberapa kali dia mengusap matanya. Dalam cahaya yang temaram oleh lilin, dia melihat Adam sedang menata makanan di meja makan. Aroma makanan itu memenuhi ruangan tengah dan ruang makan. Vena yakin pria itu baru saja memasak

