30. Semalam Dua Pria

1660 Words

Pak Bara membuktikan ucapannya. Saat Vena mulai tampil dan menyanyikan lagu pertama, pria itu sudah duduk di meja paling depan, pojok dekat dinding menyaksikan Vena sambil menikmati kopi espresso favoritnya. Vena merasa tidak nyaman dan merasa grogi. Jarak dari panggung memang tidak terlalu dekat. Namun, dia bisa merasakan tatapan dan sorot pria berwajah manis itu selalu terarah padanya. Dari sorot mata itu, Vena seakan bisa merasakan pak Bara tidak ingin melepaskan dirinya. Seperti sepatu tadi. Itu adalah salah satu wujud nyata dari perhatiannya. Tidak tahu mengapa Vena sangat yakin, perhatian itu bukanlah perhatian biasa. Bukan hanya perhatian antara bos dan karyawan saja. Tapi perhatian lebih dari seorang pria yang tertarik dengan lawan jenisnya. Gara-gara pak Bara, Vena sering kali lu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD