“Nda mau pasang playlist nggak?” tanya Papi begitu kami baru saja melewati gerbang keluar kompleks bisnis tempat klinik gigi langgananku berada. “Nggak, Pi.” “Jangan nyalain musik?” “Nyalain aja, Pi. Biar Papi nggak ngantuk.” Papi mengangguk. Saat mobil kami masuk ke tengah kemacetan, beliau menyetir sambil memilih daftar putar. Sementara itu, aku membuka kembali food jar di pangkuanku, melanjutkan makan sebelum bubur di dalamnya berubah terlalu cair. Jakarta memang tak kenal sepi. Nyaris pukul sembilan, tapi lalu lintas masih saja padat. Intro lagu mengisi kabin—melodi piano instrumental yang singkat, sebelum suara vokalisnya menyusul. Dan sejak denting pertama, perhatianku langsung tertarik ke sana. It came over me in a rush. When I realized that I love you so much. That sometimes

