Mata gadis cantik itu perlahan terbuka karena sinar matahari yang begitu menganggu. Mengerang pelan seraya mengucek kedua matanya agar penglihatannya semakin jelas. Pinggang yang terasa ditimpa sesuatu membuatnya melarikan pandangan ke sana. Sebuah tangan kekar sedang menimpa perutnya. Alisnya mengerut. Menaikkan pandangannya dengan was-was untuk melihat si empu tangan. Tanpa sadar helaan nafas lega keluar dari mulutnya ketika melihat si empu tangan yang tak lain Albert. Teman sekelas yang ingin dihindarinya. Namun, otaknya tiba-tiba dihujami banyak pertanyaan. Tadi malam dia ditangkap seekor anjing besar yang bisa berbicara. Lalu, kenapa saat terbangun dia berada di dalam dekapan Albert? Mungkin kah Albert yang menolongnya? "Aneh." desisnya pelan. Berusaha menjauhkan tangan Albert

