Gerimis sejak fajar mengguyur kawasan Kota Semarang. Dinginnya pagi hari ditambah dengan cuaca saat ini justru membuat malas siapapun yang hendak beraktivitas pada pagi hari ini. Devan menguap untuk kesekian kalinya, mengucek matanya yang masih terasa lengket meskipun tadi malam dirinya sudah tidur lebih cepat dari biasanya. Teriakan di luar kamarnya membuat Devan mengerang malas. Suara sang mama memang lebih ampuh dari pada alarm manapun di dunia ini. Tidak ada yang bisa mengacuhkan suara cetar membahana dari Siska Rewangga jika sudah berteriak begitu nyaring. “Devannnn, cepat mandi,” teriak mamanya dari luar. Devan segera menyibak selimutnya dan bergegas menuju kamar mandi. Pagi ini tidak ada yang spesial, seperti hari-hari biasanya Devan akan menjemput Azahra sebelum lelaki itu menu

