Malam ini Alvin pulang ke rumah Sovia. Istrinya itu menyambutnya dengan suka cita. Sebenarnya ia khawatir, karena semalaman Alvin tidak pulang ke rumah dan tanpa ada kabar berita. Hari ini ia kembali pulang dengan wajah yang penuh luka. Ia semakin curiga ada apa sebenarnya dengan suaminya itu. Apakah sekarang profesinya berubah menjadi manusia super, yang tugasnya melawan begal-begal di seluruh kota. Bagaimana bisa ia sering sekali pulang dengan terluka seperti itu. Ia segera menepis pikiran anehnya. Fokusnya sekarang adalah keadaan Alvin. Mungkin setelah ini ia akan mencoba bertanya pada suaminya. Alvin masuk ke dalam rumah, sedangkan tas kerjanya di bawakan oleh sang istri. Ia merebahkan tubuhnya di atas sofa sembari menyandarkan kepalanya. Ia memijit kepalanya yang masih agak pusing ka

