Malam Di Villa

1095 Words

Arhan menatapnya penuh penyesalan, lalu ia pun berdiri, menghampiri anak-anaknya di kolam. ​Air mata Kayla menetes. Ia belum siap hamil. Ia masih ingin bermain dengan teman-temannya, masih ingin bekerja, masih ingin menikmati masa mudanya. Semua impian itu seolah direnggut paksa. ​Tiba-tiba, rasa mual kembali terasa. Ia segera pergi ke toilet, muntah-muntah, dan merasa sangat lemas setelahnya. Ia menutup kloset dan bersandar di atasnya, sambil menangis tersedu-sedu. ​Arhan mendengar suara isak tangis itu. Dengan hati-hati, ia beranjak dan menghampiri Kayla. ​"Maafkan aku, Kayla," ucap Arhan dengan lembut, seolah setiap perkataannya adalah duri tajam bagi Kayla. ​"Sakittt!" ucap Kayla sambil menunduk lemas di atas kloset, kepalanya terasa berdenyut. ​"Aku harus bagaimana?" tanya Arhan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD